Selasa, 08 Desember 2020

ANTIFON PEMBUKA – Yes. 61:10⁣

Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku. Sebab la mengenakan pakaian keselamatan padaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti mempelai laki-laki mengenakan perhiasan kepala.⁣

PENGANTAR⁣

Ini adalah ajaran Gereja yang disahkan oleh Paus Pius IX pada tgl. 8 Desember 1854. “Bahwa perawan suci Maria sejak saat pertama perkandungannya oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah Yang Mahakuasa karena pahala Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal. Karena Maria dipilih menjadi Bunda Penebus, maka ia dianugerahi karunia-karunia yang layak untuk tugas yang amat luhur. Malaikat memberi salam ke pada Maria sebagai “penuh rahmat”. Karena penuh rahmat maka Maria dapat memberikan persetujuan imannya kepada pernyataan panggilannya. Bahwa Maria sejak saat pertama ia dikandung dikaruniai cahaya kekudusan yang istimewa, hanya terjadi berkat jasa Kristus. Allah telah memilih dia sebelum dunia dijadikan supaya ia kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya⁣

⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah kita berdoa (hening sejenak): Ya Allah dalam diri Perawan Maria yang dikandung tanpa noda, Engkau telah menyiapkan kediaman yang layak bagi Putra-Mu. Sebagaimana Engkau telah membebaskan dia dari setiap noda dosa, semoga berkat doanya Engkau pun memperkenankan kami sampai kepada-Mu dalam keadaan suci murni. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.⁣

BACAAN PERTAMA: Kitab Kejadian 3:9-15.20

“Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan wanita itu.”

Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, “Di manakah engkau?” Ia menjawab, “Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Lalu Tuhan berfirman, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan! Dengan perutmulah engkau akan menjalar, dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3ab.3bc-4

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

BACAAN KEDUA: Efesus  1:3-6.11-12

“Di dalam Kristus, Allah telah memilih kita.”

Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semua untuk menjadi anak-anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya. Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah, yakni kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut kepuusan kehendak-Nya. Dengan demikian kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, ditentukan-Nya supaya menjadi pujian bagi kemuliaan-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya.
S : (Luk 1:28, 2/4) Salam Maria, penuh rahmat; Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita.

BACAAN INJIL: Lukas 1:26-38

“Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki.”

Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku tidak bersuami?” jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Marie. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat- Dehonian edisi Selasa, 8 Desember 2020, yang bertepatan dengan hari raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda dosa. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Lukas 1:26-38.

Saudara/I yang terkasih, bagi kita yang dibaptis saat masih bayi, orang tua kita akan memberi kita sebuah nama baptis, dan bagi kita yang dibaptis saat dewasa, kita sendiri yang memilih nama baptis itu untuk diri kita sendiri. Ini akan menjadi nama untuk sepanjang hidup kita. Akan tetapi nama baptis bukan hanya sekedar nama untuk mengidentifikasi diri kita. Nama baptis memiliki signifikansi yang jauh lebih besar dari hanya sekedar nama. Sebab nama Baptis melambangkan identitas baru dalam diri kita sebagai murid dan pengikut Yesus Kristus. Dan bagi kita yang dibaptis sebagai orang dewasa, nama baptis ini melambangkan “Ya” kita kepada Tuhan untuk menjadi anak-anak-Nya yang terkasih dan bersedia menerima misi yang diberikan Tuhan kepada kita.

Hari ini Gereja Katolik merayakan hari raya Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa. Artinya Gereja mengakui dan mengajarkan bahwa Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa di dalam rahim ibunya, dan ia dibebaskan dari dosa oleh kuasa Allah. Di dalam Injil yang tadi kita dengarkan bersama, Malaikat Gabriel memanggil Maria sebagai orang yang dikaruniai dan disertai Tuhan serta diberi kuasa untuk mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Emanuel atau Yesus yang akan menghancurkan kekuatan jahat. Dan Maria menjawab “Ya” atas misi yang diberikan Tuhan kepadanya untuk membawa Sabda menjadi daging.

Saudara/I yang terkasih, melalui baptisan yang kita terima, kita juga dikaruniai, disertai, dan disukai oleh Tuhan. Kita pun juga dijadikan “tanpa noda dosa” melalui air baptis yang mengucur ditubuh kita. Melalui baptisan yang kita terima kita juga diberdayakan oleh Tuhan untuk mengatakan Ya atas misi yang dipercayakan kepada kita, seperti yang diterima oleh Bunda Maria, yaitu menghadirkan Yesus di dalam kehidupan kita sehari-hari kepada orang yang ada di sekitar kita.

Oleh karena itu, di dalam hari raya Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa ini, mari kita bersama Bunda Maria bersukacita, bersyukur serta memuji Tuhan atas kasihNya yang telah menyelamatkan kita. Dan marilah melalui perayaan pada hari ini, kita juga memperbarui kasih karunia baptisan kita, dan dengan kasih karunia baptisan kita ini, marilah kita menjalankan misi yang diberikan kepada kita untuk hidup sebagai putra dan putri Allah serta menghadirkan dan mewartakan Kristus kepada orang-orang yang ada di sekitar kita sehingga keselamatanNya bisa menjangkau bagi sebanyak mungkin orang.

Pertanyaan refleksi kita, sebagai penutup permemungan kita pada hari ini, adalah: bagaimana kita memaknai sakramen baptis yang sudah kita terima puluhan atau beberapa tahun yang lalu? Bagaimana kita hendak menghayati dan mewujudkan kata Ya kepada Tuhan pada saat dibaptis, sebagaimana Bunda Maria mengatakan Ya kepada malaikat Gabriel?

Saudara/I yang terkasih, semoga bacaan Injil dan perayaan hari raya Bunda Maria yang dikandung tanpa noda dosa pada hari ini dapat membantu kita semua untuk semakin berkembang di dalam kehidupan beriman kita kepada Jesus, dan semoga kasih Tuhan memberkati langkah hidup dan perjuangan kita di hari ini.  Dan…. semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin

DOA UMAT ⁣

I : Marilah berdoa kepada Allah Bapa kita, yang telah mem bebaskan Maria sejak awal mula dari noda dosa.⁣

L : Bagi Gereja Yesus Kristus di dunia, yang merupakan persekutuan orang-orang yang berdosa, namun terpanggil untuk menjadi kudus berkat kasih karunia Allah:  Ya Bapa, semoga kemurahan Allah yang tak terbatas menjadi nyata melalui cinta kasih manusiawi kami satu sama lain. Marilah berdoa kepada Tuhan… ⁣

U : Tuhan, dengarkanlah umat-Mu,⁣

L : Bagi para Imam dan semua orang lain yang bertugas mewartakan Kabar Baik: Ya Bapa, semoga para pewarta Injil tetap menyatakan ke pada dunia, bahwa kekuasaan dosa telah dimusnahkan oleh kasih karunia Allah. Marilah berdoa kepada Tuhan… ⁣

U : Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.⁣

L : Bagi dunia: Ya Bapa, semoga dosa, yang menampakkan diri di dunia ini dalam berbagai bentuk dikalahkan oleh kasih kami satu sama lain, serta kemantapan kami untuk selalu memperjuangkan perdamaian dan keadilan Marilah berdoa kepada Tuhan ..⁣

U : Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.⁣

L : Bagi kita sendiri, serta mereka yang kita cintai : Ya Bapa, semoga kebaikan di dalam diri kami lebih kuat daripada kejahatan yang ada dalam diri kami dan orang orang di sekeliling kami. Marilah berdoa kepada Tuhan… ⁣

U : Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.⁣

I : Allah segala rahmat, rencana-Mu terhadap dunia serta manusia melamnp egala dugaan kami. Semoga kami tetap percaya pada kekuatan kasih-Mu yang menyelamatkan sehingga seturut teladan Bunda Maria, kami selalu berani memberikan diri kami sepenuhnya kepada Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. U Amin⁣

LITURGI EKARISTI⁣

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Ya Allah, sudilah menerima kurban keselamatan yang kami persembahkan kepada-Mu pada Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Semoga berkat doanya, kami pun bebas dari segala dosa sebab kami percaya bahwa karena rahmat Mu, ia bebas dari setiap noda. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.⁣

PREFASI – Misteri Maria dan Gereja⁣

Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal. Engkau telah melindungi Santa Perawan Maria dari setiap noda dosa asal, untuk mempersiapkan dia yang dipenuhi dengan rahmat-Mu menjadi Bunda yang layak bagi Putra-Mu; Engkau menjadikan dia awal mula Gereja, Mempelai Kristus, yang elok, tanpa cacat. Sebab, dialah perawan amat mumi, yang akan melahirkan Putra-Mu, Anak Domba tak bercela yang menghapus dosa kami. Dia pulalah yang Engkau tetapkan bagi umat-Mu sebagai Pengantara rahmat dan teladan kesucian. Dari sebab itu, bersama paduan suara para Malaikat kami memuji-Mu dan dengan penuh sukacita memuliakan Dikau sambil bernyanyi/berseru:⁣

U: Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan …⁣

ANTIFON KOMUNI⁣

Hal-hal mulia dikatakan tentang engkau, ya Maria, sebab dari padamu telah lahir surya kebenaran, yaitu Kristus, Tuhan kita.⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah kita berdoa: Tuhan dan Allah kami, secara istimewa Engkau telah me lindungi Santa Maria dari noda dosa sejak ia dikandung. Semoga sakramen yang telah kami sambut ini menyembuhkan luka-luka dosa dalam diri kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa U Amin

Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/12/07/selasa-08-desember-2020/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.