Jumat, 12 April 2019

Bacaan Liturgi 12 April 2019

Hari Biasa Pekan Prapaskah V

Bacaan Pertama
Yer 20:10-13
Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.
Pembacaan dari Kitab Yeremia:

Aku telah mendengar bisikan banyak orang,
“Kegentaran datang dari segala jurusan!
Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!”
Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh.
Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk,
sehingga kita dapat mengalahkan dia
dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”
Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah,
sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
Mereka akan menjadi malu sekali,
sebab mereka tidak berhasil;
suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan!
Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar,
yang melihat batin dan hati,
biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka,
sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia!
Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin
dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Demikianlah sabda Tuhan!

Bacaan Injil
Yoh 10:31-42
Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yonahes:

Sekali peristiwa
orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu.
Tetapi kata Yesus kepada mereka,
“Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu;
manakah di antaranya
yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?
Jawab orang-orang Yahudi itu,
“Bukan karena suatu pekerjaan baik
maka kami mau melempari Engkau,
melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah,
meskipun Engkau hanya seorang manusia.”
Kata Yesus kepada mereka,
“Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu
‘Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?’
Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan!
Maka, Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan,
disebut allah,
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia ‘Engkau menghujat Allah!’
Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku,
janganlah kamu percaya kepada-Ku.
Tetapi jikalau Aku melakukannya
dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku,
percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus,
tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan,
ke tempat Yohanes dulu membaptis orang,
lalu Ia tinggal di situ.
Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata,
“Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun,
tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”
Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan!

RENUNGAN SINGKAT:
“TEGUH DAN SETIA DALAM PEWARTAAN.”

Injil hari ini mengemukakan bagaimana reaksi beberapa orang Yahudi tentang Yesus. Mereka tidak puas dengan Yesus. Mereka marah dengan Yesus dan mau melempari Yesus karena tidak terima dengan pernyataan Dia bahwa Dia itu adalah Anak Allah. Yesus pun tidak mau menyerah begitu saja. Dia tetap teguh dan setia mewartakan kebenaran itu. Dia menjelaskan dan juga menunjukan dalam perbuatan perbuatan Nya bahwa apa yang Dia kerjakan berasal dari atas, dari Allah sendiri. Dan Dia adalah Anak Allah. Dan pada akhir bacaan Injil, hal yang bertolak belakang disuguhkan. Kita dengar dan baca bahwa ternyata ada juga orang yang melihat kebenaran dalam apa yang diajarkan dan diperbuat Yesus. Orang orang ini percaya pada Yesus.
Dua sikap berbeda disungguhkan pada kita dalam Injil hari ini. Bagaimana dengan sikap kita?
Tentunya diharapkan bahwa kita bersikap seperti orang orang yang percaya. Kita diundang selalu untuk mempunyai sikap iman pada Tuhan, percaya sepenuhnya pada Tuhan dengan menyerahkan diri kita pada Dia. Kita diajak untuk selalu setia dan teguh dalam sikap dan perbuatan kita sebagai murid murid Tuhan. Tidak mudah memang. Tapi hendaknya kita selalu membuka diri untuk Rahmat Tuhan. Biarkanlah diri kita dikuatkan Tuhan sendiri. Bukalah diri kita buat Tuhan. Semoga kita selalu setia dan berkomitmen dengan Iman kita, khususnya teguh dan setia dalam pewartaan baik itu lewat perkataan maupun perbuatan kita. Semoga. Roh Kudus menguatkan dan memampukan kita. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

DOA:
Tuhan, tulislah dalam hati kami, segala ajaran KudusMu. Dan biarkanlah kami boleh menjadi pelaksana pelaksana SabdaMu dan bukannya menjadi pendengar pendengar yang mudah melupakan SabdaMu. Bantulah kami agar selalu membuka diri kami padaMu. Semoga. Amin.

Tuhan Yesus memberkati kita (Dan Keluarga kita) dan seluruh hari kita
🛐🛐🛐✝✝✝

Surabaya, 12 April 2019
Salam dalam Kasih Tuhan Yesus,

RP. Lukas Gewa Tiala (Adi), SVD.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.