Kamis, 19 Agustus 2021

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 40:8b.9

Lihatlah ya Tuhan, aku datang. Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku. Taurat-Mu ada di dalam dadaku.

PENGANTAR: 

Yefta telah berikrar tanpa pikir panjang. Tetapi ia menepati janji Nya. Dalam Injil kita belajar sebagaimana Yefta untuk tidak melari kan diri dari ajakan Tuhan, namun juga benar-benar mempertimbang kan dan mer ersiapkan diri secukupnya.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahasetia, sabda-Mu merupakan janji kedamaian dan kerukunan. Semoga kami mematuhi janji-Mu dan dikuatkan oleh Roh-Mu sementara kami mempersiapkan jalan untuk kedatangan kerajaan-Mu di dunia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Hakim-Hakim 11:29-39a

“Yang pertama-tama keluar dari rumahku akan kupersembahkan sebagai kurban.”

Pada suatu hari Yefta, panglima Israel, tiba-tiba dihinggapi Roh Tuhan. Ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah orang-orang Amon. Lalu bernazarlah Yefta kepada Tuhan, katanya, “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan orang Amon ke dalam tanganku, maka yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku pada waktu aku pulang dengan selamat dari orang Amon akan menjadi milik Tuhan. Aku akan mempersembahkannya sebagai kurban bakaran.” Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan orang Amon, dan Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangannya. Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit, dua puluh kota banyaknya, dan sampai ke Abel-Keramin. Dengan demikian orang Amon ditundukkan di depan orang Israel. Ketika Yefta pulang ke Mizpa, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana dan menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal. Selain dia Yefta tidak mempunyai anak laki-laki atau perempuan. Demi melihat anaknya, Yefta mengoyak-ngoyakkan bajunya sambil berkata, “Ah Anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan mencelakakan daku. Aku telah membuka mulut untuk bernazar kepada Tuhan dan tidak dapat mundur lagi.” Tetapi anak itu menjawab, “Bapa, jika engkau telah membuka mulut dan bernazar kepada Tuhan, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, sebab Tuhan telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni orang Amon.” Lalu anak itu menyambung, “Hanya saja, izinkanlah aku melakukan satu hal ini: berilah aku waktu dua bulan, supaya aku pergi mengembara di pegunungan, dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku.” Jawab Yefta, “Pergilah!” Dan ia membiarkan anaknya pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama dengan teman-temannya untuk menangisi kegadisannya di pegunungan. Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepad ayahnya, dan ayahnya melakukan apa yang telah dinazarkannya kepada Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 40:5.7-8a.8b-9.10

Ref. Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.

  1. Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya kepada Tuhan, yang tidak berpihak kepada orang-orang yang angkuh, atau berpaling kepada orang-orang yang menganut kebohongan!
  2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah Tuhan, aku datang!”
  3. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.
  4. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

BAIT PNGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mzm 95:8ab) Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 22:1-14

“Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini”

Pada suatu ketika Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan. Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau datang. Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan, ‘Katakanlah kepada para undangan: Hidanganku sudah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih. Semuanya telah tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini.’ Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap para hamba itu, menyiksa dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Kemudian ia berkata kepada para hamba, ‘Perjamuan nikah telah tersedia, tetapi yang diundang tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana ke perjamuan nikah ini. Maka pergilah para hamba dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu. Ketika raja masuk hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya, ‘Hai saudara, bagaimana saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’ Tetapi orang itu diam saja. Maka raja lalu berkata kepada para hamba, ‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap; di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Subowo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara saudari yg dikasihi oleh Allah. Melalui bacaan tadi kita bisa membayangkan bagaimana Allah sedih karena mengadakan suatu perjamuan yg begitu mewah tetapi tidak ada yg datang. Allah mengundang siapa saja utk ikut bergembira, menikmati rezeki yg telah disediakan begitu baik. Tetapi yg diundang dengan gratis itu tidak mau datang. Padahal Allah menunggu utk kedatangan para tamu tamu yg sudah diundang dan disediakan perjamuannya itu, kenyataan tidak mau datang. Maka Allah ingin agar jamuannya tidak mubajir, Dia mengundang semua orang. Itupun tidak ditanggapi dg baik. Padahal Allah mau memberikan hidangan yg sebaik baiknya yg dibutuhkan dalam kehidupan itu. Itulah pula saudara saudari yg dikasihi Allah.

Dalam hidup ini sesungguhnya Allah pun senantiasa mau mengadakan perjamuan kehidupan kita. Dengan menyediakan Rahmat dan berkat yg begitu mewah, begitu agung bagi kita semua. Maka Allah senantiasa mengundang kita utk hadir, utk ikut serta berpartisipasi dalam perjamuan Allah yang agung itu. Apa peejamuan Allah yg agung itu? Dalam hidup kita sebagai orang katolik sangat jelas yakni Ekaristi Kudus. Damam Ekaristi Kudus itu Allah ingin memberikan perjamuan yg  istimewa bagi hidup kita yakni Tubuh dan DarqhNya sendiri yg diberikan bagi kita sebagai santapan kehidupan kita, yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi menyelamatkan jiwa dan raga kita. Allah meminta, mengundang, memanggil kita semuanya utk ikut hadir dalam peejamuan itu agar kita mengalami, memiliki berkat Tuhan yg memang disediakan bagi kita semuanya. Berkat itulah yang akan mengwnyangkan kita. Berkat itulah yg akan menyelamatkan kita. Maka Ekaristi dikatakan sebagai puncak, sebagai sumber, sebagai pusat bagi kehidupan kita. Karena disana berkat dan Rahmat Tuhan berlimpah bagi kita. Tetapi kenyataannya, barangkali kita masih banyak seperti yg ada di dalam Kitab Suci itu. Ketika diundang oleh Allah utk masuk dalam peejamuan Ekaristi, ada begitu banyak alasan kita utk menolak mengikutinya, menolak berpartisipasi. Ada macam macam alasan. Ada alasan karena kesibukan kita. Ada alasan karena pwkeejaan kita. Ada alasan karena kebutuhan kebutuhan yg lain sehingga menolak undangan Tuhan yg luhur pada kita. Undangan utk mengikuti perjamuan Ekaristi tidak kita indahkan. Sayang bukan? Sangat disayangkan. Karena Ekaristi adalah peejamuan yg agung bagi kita.

Maka saya mengajak kwpada saudara saudari sekalian yg dikasihi oleh Allah. Mari kita dengarkan undangan Tuhan itu. Mari kita sambut undangan Tuhan itu. Mari kita datang dalam perjamuan Tuhan itu, agar kita memiliki Rahmat dan berkat Tuhan. Jangan sampai Tuhan marah pada kita karena kita tidak mau menanggapi undangan Tuhan, terutama dal peeayaan Ekaristi Kudus yg diwariskan dan dianugerahkan kepada kita. Mari kita datang kepadaNya, sebab Tuhan telah memilih kita. Tuhan twlah memanggil kita. Diingatkan, banyak yang dipanggil tetapi sedikit yg dipilih. Kita bukan hanya dipanggil, tetapi juga dipilih. Dan Tuhan itu mau, dan berkenan pada kita utk hadir berpartisipasi dal peejamuan yg agung yakni Ekaristi Kusus. Jangan tunda saudara saudari yg terkasih utk ikut ambil bagian dalam peeayaan Ekaristi, siapapun imamnya, apapun koornya dan sebagainya. Yg terpenting adalah Tuhan memanggil dan memilih kita utk ambil nagian dalam peeayaan Ekaristi Kudus itu, agar kita sungguh mengalami berkat Tuhan. Kita aungguh akan mengalami kwswlamatan yg kita cari dan kita cita citakan. Itulah kesempatan yg baik dan anugerah terbesar bagi kita sebagai orang beriman, orang katolik yakni merayakan Ekaristi, yg harusnya menjadi puncak, menjadi sumber bagi kita semuanya. Menjadi pusat hidup kita  sebagai orang katolik di dalam Ekaristi Kudus ini. Kita sadari bahwa kita seringkali menolak undangan Tuhan itu. Kita mohon Rahmat dan beekat Tuhan agar kita dimampukan mengikutinya. Semoga Rahmat cinta kasih Hati Kusus Yesus menyertai kita semua dan merajai dalam kehidupan kita. Berkat Tuhan menyeetai kita

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa mahakudus, berkenanlah mengadakan perjamuan bagi semua orang dan semua bangsa, dan perkenankanlah kami menikmati kedamaian yang dijanjikan oleh Kristus Putra-Mu ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 22:4

Katakanlah kepada para undangan. ‘Perjamuanku sudah tersedia. Sapi-sapi dan hewan piaraanku sudah disembelih. Semua sudah siap, silakan datang ke pesta nikah.’

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kedamaian, semua orang Kaukehendaki menikmati kedamaian. Kami mohon, perkenankanlah kami dengan perkataan dan perbuatan mewartakan kebaikan dan kemurahan hati-Mu terhadap siapa pun. Demi Kristus, .

Resi-Kamis 19 Agustus 2021 oleh Rm. Petrus Subowo SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Lampung Indonesia

Link Audio http://katolikindonesia.com/2021/08/18/kamis-19-agustus-2021/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/2021/08/18/kamis-19-agustus-2021-hari-biasa-pekan-xx/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.