Rabu, 14 Agustus 2019

Renungan Pagi: Peringatan Santo Maximilian Mary Kolbe

Kelemahan kita saat menyelesaikan suatu masalah adalah “memotong proses” atau “melompati proses”, yang semestinya harus dilewati. Langsung kita ambil contohnya, misalnya, ada persoalan pribadi lalu dibawa kepada publik. Padahal dalam Injil hari ini, ada beberapa tahap yang harus dilewati.

Pasti dhonk, yang punya masalah “merasa dipermalukan”. Semestinya, kita mengikuti proses yang sudah ditawarkan dalam Injil hari ini. Ketika ada masalah, diajak berbicara, lalu dicari orang-orang yang terdekat, dan seterusnya. Jangan langsung jadi “konsumsi publik.”

Masalah jadi “melebar atau ruwet”, karena “mulut kita yang terlalu aktif dan terlalu cepat” menyampaikan berita. Kecenderungan kita adalah senang sekali bisa ikut ambil bagian atau berpartisipasi dalam menyebarkan berita, apalagi tentang “berita buruk tentang orang lain, saudara atau sahabat kita sendiri.” Itu gossip yang mudah sekali “memotong yang namanya proses.”

Seharusnya, peran kita adalah menjadi bagian untuk membantu menyelesaikan masalah, dan bukan menambah ruwet masalah itu. Bisa tidak ya? Jika prosesnya berjalan dengan baik, saya yakin, banyak persoalan akan terselesaikan. Yang penting jangan “dipotong prosesnya”.

Hong Kong, 14 Agustus 2019
Rm. Petrus Santoso SCJ

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.