Senin, 18 Oktober 2021

ANTIFON PEMBUKA

Betapa menyenangkan mendengar derap kaki orang yang turun berlari dari gunung dan memaklumkan, “damai!” yang membawa kabar suka cita dan mewartakan, “Kita selamat”.

PENGANTAR

Lukas seorang dokter dan sahabat Paulus, adalah seorang pribadi yang saleh. Ia menulis Injil yang ketiga dan Kisah para Rasul. Hanya karena disebut-sebut oleh Paulus ia membuat sejarah sebagai pengarang Injil. Dalam Injilnya itu terdapat suatu garis bagus: dari kemiskinan di Betlehem menuju Paska di Yerusalem; dari umat kecil di Yerusalem menjadi Gereja dunia yang berkembang. Mungkin karena jabatannya, tetapi jelas karena imannya, ia lebih memperhatikan orang-orang kecil yang menderita di dalam catatan-catatannya.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa Allah Bapa kami yang maharami, Engkau telah memilihi Santo Lukas untuk mewartakan dengan lisan maupun tulisan rahasia cinta kasih-Mu terhadap kaum akir miskin. Semoga kami semua bermegah atas nama-Mu dan bertekun sehati dan sejiwa, supaya semua bangsa melihat keselamtan-Mu. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA; Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius 4:10-17b

“Hanya Lukas yang tinggal dengan aku.”

Saudaraku terkasih, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia, sedang Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya penting bagiku. Tikhikus telah kukirim ke Efesus. Jika engkau kemari, bawalah juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku; semuanya meninggalkan aku. — Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka. — Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya, dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:10-13ab.17-18

Ref. Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.

  1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
  2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
  3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 15:16) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 10:1-9

“Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.”

Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian itu, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalu kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’ Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu’.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Jumpa Kembali Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Senin, 18 Oktober 2021, Pesta St. Lukas Pengarang Injil. Semoga belas kasih dan kerahiman, serta berkat melimpah dari Hati Kudus Yesus turun atas kita semua. Amin

Tema Resi kita kali ini adalah: Hidup adalah perutusan”.  Mari kita persiapakan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini.  Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Para Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Hidup adalah perutusan.” Bahkan sejak Tuhan Allah menciptakan kita di dunia kita sudah diutus. Dalam kitab Nabi Yeremia Bab 1:5 dikatakan, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan  sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Tuhan Allah telah menetapkan kita sebagai utusan-Nya untuk mewartakan khabar sukacita dan damai, sebagai nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian bagi setiap orang yang kita jumpai.

Hari ini kita telah mendengar Sabda Tuhan Yesus, yang mengutus 70 murid-Nya untuk mendahului-Nya, untuk menyembuhkan orang sakit dan mewartakan kerajaan Allah. Lalu apa yang bisa kita pelajari dan apa relevansinya bagi kita murid-murid-Nya atau para pengikuti-Nya. Saya menawarkan 4 hal.

  1. Kita semua dipanggil untuk menjadi utusan-Nya mewartakan cinta kasih-Nya, mewartakan Kerajaan Allah sudah dekat. Tuhan Yesus menginginkan agar semua orang diselamatkan. Ini senantiasa menjadi hasrat hati-Nya yang terdalam, dan inilah alasan mengapa Dia mengutus para murid-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem. Dan kita semua adalah murid-Nya, kita semua yang sudah mendengarkan ajaran cinta kasih-Nya diutus untuk mewartakan cinta kasih Allah kepada semua orang yang kita jumpai, bukan hanya dengan kata-kata, dengan kotbah, namun terutama dengan kesaksian hidup kita.
  2. Ada resiko dan konsekuensi kita sebagai utusan. Tuhan Yesus menegaskan bahwa “Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah Srigala”. Artinya tugas kita sebagai utusan di tengah-tengah dunia ini bukanlah pekerjaan yang mudah karena akan ada banyak sekali tekanan, penolakan, penderitaan dan bahkan aniaya.  Kita harus siap dengan segala resikonya karena kita berada dalam ancaman dan bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang. Oleh karena itu Tuhan Yesus memperingatkan,  Berjaga-jagalahdan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”  (Matius 26:41). Bagaimana caranya supaya anak domba dapat bertahan?  Kuncinya adalah harus selalu berada dekat dengan gembala.  Sebagai anak domba jangan kita berlari menjauh dari Gembala Agung kita yaitu Tuhan Yesus.
  3. Tetaplah fokus dan berpasrah pada Tuhan yang mengutus. Tuhan menghendaki kita untuk tidak membawa bekal dalam tugas perutusan kita, untuk tidak menyapa orang dijalan saat kita melakukan tugas perutusan, apa maksudnya? Tuhan menghendaki agar kita sebagai murid-murid-Nya sebagai utusan-Nya tidak meributkan urusan duniawi yang kemudian melupakan hakekat kita sebagai murid-murid-Nya yang harus mewartakan ajaran cinta kasih-Nya, percayalah dan berpasarahlah pada belas kasih-Nya, percayalah bahwa Dia akan mencukupi kebutuhan kita bahwa pekerja layak mendapatkan upahnya. Kita juga diminta untuk focus dan setia dengan tugas-tugas kita, dimanapun kita berkarya, sebagai guru, sebagai karyawan, sebagai pejabat, tetap focus untuk mewartakan belas kasih Allah dalam kehidupan nyata kita. Tidak kebanyakan ngobrol, ngrumpi yang akibatnya yang berkembang adalah membicarakan kejelekan orang lain menebar hoaks, kita diundang untuk focus mewartakan ajaran cinta kasih-Nya turutama dengan tindakan nyata kita.
  4. Dan yang terakhir, sebagai orang-orang yang diutus, kita perlu menyadari betapa pentingnya kebersamaan, petapa pentingnya sesama dalam hidup. Karena dalam perutusan ini, Tuhan mengutus para muridNya untuk pergi mewartakan injil berdua-dua. Ini mau menekankan betapa pentingnya ada kebersamaan, betapa pentingnya komunio, berapa pentingnya kerjasama saling mendukung dan membantu satu sama lain sebagai sesama murid Kristus. Suasana persaudaraan dalam mewartakan Tuhan dan upaya menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini, yaitu Kerajaan Cinta Kasih, Kerajaan Damai Sejahtera.

Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, sampai saat ini, detik ini, Tuhan Yesus masih saja memanggil kita untuk mewartakan ajaran cinta kasih-Nya ke tengah-tengah dunia. Dengan kasih kita satu sama lain, dengan ketaatan penuh kerendahan hati kepada Allah, dan dengan kata-kata yang kita ucapkan, tindakan nyata kita dalam hidup sehari-hari,  kita ikut ambil bagian dalam peranan murid-murid Yesus yang pertama sebagai duta-duta-Nya. Kita juga merupakan “pekerja-pekerja” yang ingin diutus oleh Yesus untuk menuai. Karena Kerajaan-Nya sedemikian berharga, marilah kita berkomitmen ambil bagian untuk bekerja bagi Tuhan seturut panggilan kita masing-masing, sebagai keluarga, sebagai bagian dari masyarakat, sebagai pejabat, sebagai karyawan, sebagai petani, guru, buruh, pelajar, imam, biarawan-biarawati, kita semua diundang menjadi nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian. Sebagaimana teladan St. Lukas penulis Injil yang kita rayakan pestanya harini ini, yang setia mewartakan ajaran cinta kasih Tuhan dalam tulisan-tulisannya dan dalam sikap hidupnya yang Nyata.

Semoga Hati Kudus Yesus, semakin merajai hati kita dan meneguhkan hidup kita sebagai murid-muridnya yang diapnggil untuk mewartakan injilnya ditengah-tengah dunia. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PEMBUKA

Allah Bapa, pemberi karunia, semoga kami mengabdi-Mu dengan rela hati karena anugera surgawi. Kuatkanlah kiranya umat-Mu yang lemah ini dan berilah kami kemuliaan abadi berkat persembahan yang kami hunjukkan pada pesta Santo Lukas. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI – lih. Lukas 10:1.9

Tuhan mengutus murid-murid untuk mewartakan di segala kota, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu!”

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, kuduskanlah kiranya kami dengan kurnia-Mu yang kami terima dari altar-Mu yang suci. Kuatkanlah iman kepercayaan kami terhadap Injil yang diwartakan Santo Lukas. Demi Kristus, …

Resi-Senin 18 Oktober 2021 oleh Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

Link Audio http://katolikindonesia.com/2021/10/17/senin-18-oktober-2021/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/2021/10/17/senin-18-oktober-2021-pesta-santo-lukas-pengarang-injil/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.