Rabu, 20 Oktober 2021

ANTIFON PEMBUKA – Lukas 12:48

Barangsiapa diberi banyak, banyak pula dituntut daripadanya. Dan barangsiapa diberi lebih banyak, lebih banyak lagi yang dituntut daripadanya.

PENGANTAR:

Orang yang mendalami dasar-dasar kristiani selalu berusaha berbual baik di mana-mana. Tidak cukup kita hanya tidak berbuat jahat, sebab kelonggaran-kelonggaran kita akan gersang dan sia-sia. Dan orang lain dirugikan karenanya, sekalipun kita tidak melihatnya. Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan kepada kita diharapkan oleh Tuhan, untuk digunakan bagi sesama.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, cahaya kehidupan kami, berkenanlah mengutus Putra-Mu mendatangi kami sebagai cahaya kehidupan. Semoga kejahatan dan kesombongan kami tersingkir berkat kebaikan hati-Mu dan belas kasih-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 6:12-18

“Serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang telah bangkit dari kematian.”

Saudara-saudara, janganlah dosa berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kalian tidak lagi menuruti keinginannya. Janganlah kalian menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa, untuk dipakai sebagai senjata kelaliman. Tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah, sebagai orang-orang yang dahulu mati tapi sekarang hidup. Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk dijadikan senjata-senjata kebenaran. Sebab kalian tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kalian tidak berada di bawah hukum Taurat, melainkan di bawah kasih karunia. Jadi bagaimana? Apakah kita berbuat dosa karena tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! Tidak tahukah kalian, bahwa dengan menghambakan diri kepada seseorang untuk mentaatinya, kalian menjadi hamba orang itu? Bahwa kalian harus mentaati dia baik dalam dosa yang memimpin kalian kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kalian kepada kebenaran? Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kalian hamba dosa, tetapi sekarang kalian dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah disampaikan kepadamu. Kalian telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 124:1-3.4-6.7-8

Ref. Pertolongan kita dalam nama Tuhan.

  1. Jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita; – biarlah Israel berkata demikian, – Jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
  2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menimbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu. Terpujilah Tuhan yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka!
  3. Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap; jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 24:22a.44) Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 12:39-48

“Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya.”

Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kalian juga siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tak kalian sangka-sangka.” Petrus bertanya, “Tuhan, kami sajakah yang Kaumaksud dengan perumpamaan ini ataukah juga semua orang?” Tuhan menjawab, “Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika tuan itu datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya, ‘Tuanku tidak datang-datang’. Lalu ia mulai memukuli hamba-hamba lain, pria maupun wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuannya akan datang pada hari yang tidak disangka-sangkanya dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan tuan itu akan membunuh dia serta membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut dari padanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut dari padanya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

“Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya”

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari komunitas SCJ Yogyakarta, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian Edisi Hari Rabu, tanggal 20 Oktober 2021, Pada hari biasa pekan XXIX.  Saya berharap Anda semua ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, semua perumpamaan mengenai kewaspadaan yang dibuat Yesus memiliki inti yang sama, yakni tentang kedatangan Tuhan atau yang sering disebut dengan parousia, yang akan datang tanpa kita duga. Setiap contoh dan analogi yang dipakai oleh Yesus memberikan bermacam pandangan yang berbeda terkait dengan apa yang bisa dibayangkan orang. Misalnya tuan yang kembali dari pesta nikah akan pulang bersama dengan mempelainya (ayat. 35-38). Dikisahkan bahwa akan ada pesta perayaan berkaitan dengan kepulangannya ke rumah, di mana para pelayan hendaknya siap sedia menyelenggarakannya. Namun ternyata ada pembalikan peran dimana si tuan akan melayani para pelayan tadi. Inilah yang mau disampaikan yakni bahwa, akan terjadi demikian dalam perjamuan esktologis, yakni ketika Yesus akan menjadi tuan rumah bagi kita yang diselamatkanNya. Kedatangan Tuhan itu akan terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan seperti pencuri di tengah malam yang masuk ke dalam rumah, yang kita tidak tahu kapan saatnya.

Ide mengenai persiapan membawa paradoks yang bertentangan dengan perumpamaan mengenai orang kaya yang bodoh (12:16-21). Di sana pembaca diajak untuk tidak mempermasalahkan mengenai hari esok, entah tentang makanan atau pakaian dan sebagainya, tetapi di bagian ini pembaca diingatkan untuk tidak memperoleh segalanya secara cuma-cuma, melainkan siap akan hal-hal yang mungkin saja tidak diharapkan. Paradoks ini ada dalam fakta bahwa persiapan yang memadai adalah buah dari sikap lepas bebas atas perhatian dan nilai-nilai duniawi. Orang yang telah mempersiapkan diri tidak akan terikat pada perhatian atas hidupnya, meskipun ia mungkin tenggelam di tengah-tengahnya.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, dalam perumpamaan lain mengenai pelayan yang bijak dan setia, juga memuat ironi di dalamnya (ayt 43-48). Pengawas pelayan yang baik tidak akan mencari untung bagi dirinya sendiri, dan jika demikian, tuannya akan  memecatnya. Meski demikian, hukuman hanya diperuntukkan bagi pelayan yang mengetahui kehendak tuannya dan bertindak memalukan. Pelayan yang tidak mengetahui kehendak tuannya dan melakukan hal yang memalukan akan mendapat hukuman yang ringan saja. Perumpamaan ini memberikan pelajaran tentang kemuridan yang memiliki paralel dalam Lukas 19:11-27. Pada bagian ini para pengikut Kristus dituntut untuk menjalankan standar yang lebih tinggi daripada orang yang tidak  beriman. Barang siapa mendapat banyak dari Tuhan, darinya juga dituntut banyak. Tuhan meminta tanggungjawab kepada setiap orang sesuai dengan apa yang diberikan kepadanya dan sesuai dengan kesanggupannya. Artinya kita masing-masing punya tanggungjawab. Tuhan menuntut lebih saat kita makin mengenalNya. Semakin akrab dengan Tuhan, maka semakin Tuhan meminta lebih dari kita, bukankah sudah dikatakan bahwa yang tidak punya apapaun yang ada padanya akan diambil, dan yang mempunyai kepadanya akan semakin ditambahkan? Itulah sikap Tuhan mempercayakan hal-hal kepada kita yang dipercaya karena kita terbukti bisa dipercaya.

Kisahku: saat di awal-awal saya menjadi imam dan bertugas di tempat jauh, tiba-tiba ibu saya di rumah terkena kanker, saya berontak pada Tuhan, saya tanya Tuhan “O God, what do you want me to do?” sebenarnya apa yang Tuhan mau dari saya, apa yang harus saya kerjakan lagi? Kenapa di saat saya mempersembahkan diri secara total kepadaMu malah ibu terkena kanker? Sedangkan saya ada di tempat yang jauh darinya. Saya hanya bisa menemani ibu dalam proses pengobatannya selama dua mingggu saja, padahal lama waktu pengobatan itu 4 bulan. Tetapi saya menyadari  bahwa Tuhan sedang menuntut lebih dari saya. Saya berserah dengan situasi, membiarkan Tuhan berbuat sekehendak hatiNya. Ibu saya seorang yang selalu tenang manghadapi persoalan. Semangatnya luar biasa. Hidup doanya mengalahkan saya. Saya tetap menjalankan tugas pastoral saya. Pelan namun pasti, persoalan terurai, dengan beragam cara Tuhan menunjukkan kuasaNya, saya sungguh berserah padaNya. Saya mempercayakan saja pada kehendakNya. Keyakinan saya kalau Tuhan sedang bercanda, ya kita beri senyum saja. Kalau Dia memulai pasti Dia juga yang akan  menyelesaikannya. Saya tidak mengeluh.  Dan tiba-tiba suatu hal besar terjadi, penyakit ibu teratasi dan sembuh, kanker dinyatakan bersih. Peristiwa kedua, ketika saya sedang semangat-semangatnya melayani kebutuhan pastoral Gereja, melakukan pelayanan di tempat yang baru, tiba-tiba bapak saya sakit, selama 18 hari saya menjagainya di RS dan kemudian meninggal dunia. Saya tidak bertanya lagi pada Tuhan “apa maumu Tuhan”? Tidak, saya tidak complain pada Tuhan lagi. Yang muncul adalah sebuah kesadaran bahwa Tuhan sedang menuntut lebih dari saya karena saya memilikinya. Maka akhirnya saya ikhlaskan, saya relakan kehilangan sosok ayah dalam hidup saya. Ya benar, Tuhan sedang menuntut lebih dari saya.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, mari kita hidup di atas standar orang-orang yang tidak beriman. Setiap orang beriman pasti memiliki pergualatan, setia saja pada perjuangan itu. Ikuti saja yang Tuhan mau. Tuhan memiliki perhitungannya sendiri. Berkat melimpah atas Anda semua dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, berkatilah kami kiranya dan lepaskanlah kami dari dosa berkat roti anggur ini. Perkenankanlah Roh Putra-Mu menguasai diri kami sepenuhnya. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 12:48

Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut daripadanya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, semoga kami patuh setia akan sabda-Mu kepada kami. Semoga kami Kaujadikan hamba patuh setia, yang menjaga dan melestarikan karya tangan-Mu. Demi Kristus, ….

Resi-Rabu 20 Oktober 2021 oleh Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas SCJ Yogyakarta Indonesia

Link Audio http://katolikindonesia.com/2021/10/19/rabu-20-oktober-2021/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/2021/10/19/rabu-20-oktober-2021-hari-biasa-pekan-xxix/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.