Rabu, 11 September 2019

Romo Budi Wihandono pr
Renungan Rabu 11 September 2019
Berbahagia – Celakalah

Sumber : Lukas 6:20-26

Seorang Ibu mengajari anaknya yg masih TK untuk menjadi orang yg murah hati. Klo anaknya ke sekolah sangu bekal makan siang, Ibu itu selalu memberikan lauk dobel. Ibu itu menganjurkan agar nanti lauknya dibagi dengan teman. Klo pas misa di gereja, saar kolekte, ibu itu memberikan kepada anaknya agar anaknya itu memasukkan uang ke dana kolekte. Ibu ini mendidik anaknya agar anaknya menjadi orang yg berbahagia karena suka memberi……

Berbahagialah atau celakalah. Sabda Tuhan hari ini sering saya sebut sebagai kesimpulan, puncak atau tujuan akhir dari seluruh perjalanan hidup kita. Apapun yg kita lakukan di dunia ini, bebaslah kita menggunakan fisik, perasaan, pikiran dan hati nurani kita. Namun dr kebebasan yg kita lakukan itu, diakhir hidup kita, mau tidak mau, kita akan menerima kesimpulan Sabda Tuhan yaitu berbahagia atau celaka.

Berbahagialah atau celakalah. Jika diakhir hidup kita Tuhan bersabda berbahagialah, artinya perjalalanan hidup kita adalah perjalanan yg benar sehingga menyelamatkan. Sebaliknya, jika Tuhan bersabda celakalah, artinya perjalanan hidup kita adalah perjalanan kesia-siaan sehingga mencelakakan kita. Sayang sekali jika hidup di dunia dengan segala apa yg kita punya dlm hidup hanya menghasilkan satu kata penderitaan yaitu celakalah.. Jadilah orang berbahagia mulai dari perbuatan hal2 yg sederhana. RTCB.GMPD.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.