Jumat, 22 November 2019

Sabda Kehidupan
Jumat 22 November 2019
Luk 19:45-46
Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

Ada saatnya Tuhan marah. Bukan karena benci, tapi karena cintaNya yang begitu dalam untuk mengembalikan kemurnian Rumah Allah, GerejaNya, keluargaNya, relasi putra-putriNya, kebenaran yang harus ditegakkan. Justru kalau Tuhan diam saja, itu tandanya Dia tidak sayang. Ketegasan adalah bagian dari kasih sayang. Dengan sangat bagus, Penginjil Yohanes, menulis motivasi di balik kemarahan Yesus: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” (Yoh 2:17). Pepatah kuno ini kiranya masih diperlukan: ‘Di ujung cemeti ada kasih sayang.’ Membiarkan atau pembiaran bukan pilihan yang tepat bila sungguh ingin mencintai

Have a good Friday. JLU🙏❤😇

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.