Rabu, 19 Februari 2020

Romo Budi Wihandono pr

Renungan Rabu 19 Februari 2020
Beragama tapi buta thd Tuhan

Sumber : Markus 8:22-26

Maaf, renungan agak panjang :
Bagi orang buta, segalanya gelap dan tidak jelas. Orang buta tdk bisa membedakan apakah di depannya berkat atau bahaya. Belas kasih Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta itu. Penyembuhan itu melalui proses: dari buta, lalu melihat tapi belum jelas dan menjadi jelas.

Hidup ini mmg sebuah proses, proses menemukan dan kehilangan. Puncak kesempurnaan orang beriman adalah kalau orang beriman dpt menemukan Tuhan dlm segala sesuatu. Menemukan Tuhan berarti keselamatan. Namun sebaliknya, tidak sedikit orang yg dlm hidup justru kehilangan Tuhan. Kehilangan Tuhan berarti kebinasaan.

Agama adalah salah satu cara atau sarana untuk menemukan Tuhan. Adanya beberapa agama dan kepercayaan di Indonesia adalah kekayaan yg diberikan Tuhan agar orang2 di Indonesia ini dapat menemukan Tuhan. Namun sungguh aneh, ada sebagian orang beragama yg suka usil, menghambat, mempersulit orang lain untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing2. Ibadah didemo, mendirikan tempat ibadah dipersulit bahkan yg sdh punya IMB dipersoalkan sementara yg mempersoalkan rumah ibadahnya tdk ber IMB. Suatu ketidakadilan yg lahir dari agama. Agama tdk mempertontonkan lagi sebagai tangan Tuhan yg sejuk, penuh kedamaian tapi sebaliknya beringas dan kekerasan.

Orang2 yg suka usil, menghambat, mempersulit orang lain untuk beribadah itulah orang2 beragama yg sebenarnya sudah kehilangan Tuhan. Orang2 seperti itu sdh kerasukan Iblis yg berkedok agama. Orang2 seperti itu menjadi buta thd persaudaraan dan prikemanusiaan. Sesama orang beragama tidak dijadikan teman seperjalanan ziarah menuju Tuhan tetapi dijadikan musuh.

Iblis tingkat tinggi, merusak persaudaraan melalui agama dan bahkan mengatasnamakan Tuhan. Iblis2 bertepuk tangan karena sdh bisa merasuki orang2 beragama dan bahkan mengatasnamakan Tuhan untuk merusak kemanusiaan dan persaudaraan.

Negara kita menjamin kehidupan beragama dengan hukum. Sayang sekali, hal ini masih dlm perjuangan berat terutama bagi “kelompok minoritas”. Dalam kasus intoleransi, negara masih banyak membiarkan dan tdk hadir. Atau lebih buruk lagi negara kalah dengan kelompok2 tertentu yg melanggar hukum. Para pejabat disumpah dengan Kitab Suci untuk melindungi semua anak bangsa. Maka, pejabatbyg menjadi pelaksana hukum tapi tdk menjalankan sumpah jabatan dengan benar, sebenarnya ia sedang melawan Tuhan . RTCB.GMPD.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.