Kamis, 02 Juli 2020

ANTIFON PEMBUKAAN: Mzm. 114:8-9

Tuhan meluputkan jiwaku dari maut. Ia menusap air mataku dan menguatkan kakiku. Aku boleh menikmati hidup di dunia ini di hadapan wajah Tuhan.

DOA PEMBUKAAN:

Allah Bapa kami di surga, berkenanlah mengampuni dosa-dosa kami bila kami bertobat kepada-Mu. Semoga kami menaruh belas kasih kepada sesama, sebagaimana Engkau menaruh belas kasih kepada kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, yang bertahta bersama Engau dalam persatuan dengan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Amos 7:10-17

Sekali peristiwa, Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: “Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya. Sebab beginilah dikatakan Amos: Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.” Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: “Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.” Jawab Amos kepada Amazia: “Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel. Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 9:8.9.10.11

Ref. Sabda-Mu ya Tuhan, adalah Roh dan Kehidupan.

  1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
  2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
  3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
  4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan dari madu tetesan dari sarang lebah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
S: Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

BACAAN INJIL:  Matius 9:1-8

“Mereka memuliakan Allah karena telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.”

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada si lumpuh, “Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Maka berkatalah beberapa ahli Taurat dalam hatinya, “Ia menghujat Allah!” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu? Manakah yang lebih mudah, mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah’? Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,” lalu berkatalah Ia kepada si lumpuh, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberi kuasa demikian besar kepada manusia.

RESI DIBAWAKAN OLEH  Rm. Christoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Pokok permenungan

  1. Amos sebelumnya adalah seorang peternak kambing domba dan pemungut buah ara hutan. Ia penyuara keadilan dan pembela orang miskin. Ia berhadapan dengan kalangan atas (raja dan nabi-nabi offisial) yang melakukan perampasan hak orang miskin dan menguasai kekayaan dengan cara tidak adil. Sikap pemimpin dan para nabi itu adalah menolak, risih, merasa kritik itu merugikan mereka. Maka mereka melakukan beragam cara untuk menolak Amos. Nabi Amos mengingatkan sikap para penguasa dan lembaga keagamaan bangsa Israel telah tidak memperdulikan Firman Allah serta melakukan pelanggaran dan tindakan ketidakadilan akan menyebabkan kehancuran Israel. Apalagi bangsa Israel telah melakukan penyembahan kepada dewa-dewi asing. 
  2. Pesan bagi kita: Allah tidak jemu-jemu mengingatkan bagaimana kita, orang pilihanNya hidup secara benar. Peringatan Allah ini dari sisi positif dapat dipahami sebagai perhatian atau kasih Allah yang tidak menghendaki kehancuran orang pilihanNya. Maka semestinya kita bersyukur atas seruan nabi itu sehingga tak membawa kita pada kehancuran. 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, berkat roti dan anggur persembahan ini, teguhkanlah kami dalam janji-Mu dan kasihanilah kami kiranya dengan perantaraan Yesus PuteraMu, kini dan sepanjang masa. Amin

ANTIFON KOMUNI: Mt. 9:8

Orang banyak melihat hal itu menjadi takut dan memuliakan Allah yangh telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

DOA PENUTUP:

Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur kepadamu, karena Engkau telah menemukan kami kembali dengan penuh belas kasih melalui Yesus PuteraMu terkasih. Semoga sabda dan karyaNya membangun kami menjadi manusia baru. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/07/01/kamis-02-juli-2020/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.