Jumat, 03 Juli 2020

ANTIFON PEMBUKAAN: Mzm. 118:28

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji. Allahkulah Enkau, Engkau kuagungkan.

DOA PEMBUKAAN:

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, kami bergembira pada pesta Santo Tomas, rasul-Mu, yang mengimani Putra-Mu sebagai Allah. Semoga kami senantiasa dilindungi olehnya dan kelak memperoleh kehidupan bahagia karena percaya akan nama Yesus Kristus, Putera-Mu. Demi Kristus pengantara kami, yang hidup dan berkuasan bersama Engkau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Efesus 2:19-22

“Kamu dibangun di atas dasar para rasul.”

Saudara-saudara, kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan, yang rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kamu turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah dalam Roh.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 117:1.2

Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!

  1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
  2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya, alleluya
S: (Luk 24:32) Yesus bersabda, “Hai Tomas, karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

BACAAN INJIL: Yohanes 20:24-29 

“Ya Tuhan dan Allahku.”

Pada hari Minggu Paskah, ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku sama sekali tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagimu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

RESI DIBAWAKAN OLEH: Rm. Yohanes Yuliwan Maslim SCJ

Vivat Cor Jesu – Per Cor Mariae – Hiduplah Hati Yesus – Melalui Hati Maria

Para Pendengar Renungan Singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, bertemu kembali dengan saya, Romo Yuliwan, dari Komunitas Toronto, Canada. Hari ini, hari Jumat Pertama, tanggal 3 Juli 2020 dan bertepatan dengan Pesta St. Thomas Rasul.

Saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan, kalau kita mendengarkan bacaan Injil hari ini, maka kita mengingat peristiwa Tomas yang kurang percaya, yang didatangi Yesus, yang biasanya dibacakan pada Hari Minggu II Paskah, yang juga juga disebut sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Dan hari ini tepat tanggal 3 Juli, sebagai hari Jumat Pertama, yang juga kita rayakan sebagai hari Kerahiman Tuhan, Yesus yang membuka HatiNya bagi semua manusia, yang memancarkan kasih dan keselamatan. Dan tepat pula pada pesta Santo Tomas ini, yang merupakan salah satu tokoh, satu dari rasul Yesus, yang mempunyai keunikannya tersendiri, terutama dalam hal
kepercayaan. Sesuatu yang indah, yang kita ingin renungkan pada hari ini, yaitu bagaimana perjumpaan Allah dan manusia.

Allah yang hadir di dalam diri Yesus Kristus, yang adalah Kasih, sebagaimana yang dikatakan Santo Yohanes dalam suratnya dan itulah yang kita lihat pada pesta atau bacaan hari ini. Yesus yang datang kepada para muridNya tanpa Tomas, datang kembali dengan kehadiran Tomas dan secara khusus mendatangi Tomas dan membiarkan Tomas untuk melakukan apa yang ingin dibuktikannya. Inilah belaskasih dan kasih Tuhan yang begitu besar bagi manusia. siapapun manusia, tetaplah ada dalam kasih dan penyertaan Tuhan. Yesus datang bukan untuk kepentinganNya tetapi untuk kebahagiaan manusia. kebahagiaan itulah yang dikatakan dalam akhir Injil, ‘berbahagialah yang tidak melihat, namun percaya’. Inilah Allah, yang begitu mencintai kita, apapun situasi kita dan sikap kita.

Dan kedua adalah bagaimana manusia bersikap. Tomas menampilkan kehidupan manusia dan juga bagaimana terkadang atau mungkin kebanyakan kita bersikap, yaitu keraguan dan kurang percaya. Keraguan akan kehadiran Tuhan, keraguan akan Tuhan yang hidup dan yang hadir di
tengah-tengah kita. Namun demikian kita juga belajar dari Tomas, yang ternyata dalam kebimbangan dan keraguannya dan ingin bukti, dia mampu bersikap rendah hati, terbuka hatinya bagi Yesus yang hadir di hadapannya dan dia tersungkur dengan mengatakan, ‘Ya Tuhanku dan Allahku’. Sebuah ungkapan kepercayaan mendalam dari hati seseorang yang sempat  meragukan Tuhan.

Nah, saudara sekalian, bagaimana dengan kita sendiri yang hidup dalam jaman modern ini, dalam berbagai macam tawaran ilmu pengetahuan, yang tidak jarang melepaskan, menjauhkan bahkan juga meninggalkan Tuhan. Kita bisa mencontoh Tomas, walaupun dalam keraguan, kebimbangan dan kadang-kadang juga dalam kemarahan terhadap Tuhan, yang juga terjadi, tetapi hendaklah kita juga mempunya hati yang terbuka. Kerendahan hati dan kemampuan untuk melihat setiap pengalaman hidup kita, peristiwa hidup kita, di situ juga Tuhan hadir secara nyata.

Kita tidak melihat secara fisik, tetapi kita mengalaminya secara pribadi, personal. hidup kita berasal dari Tuhan dan itulah yang sebenarnya mesti kita sadari baik-baik dan yang menyadarkan kita secara penuh akan kehadiran Tuhan. Nafas kehidupan, kepandaian dan banyak hal lain yang kita bisa lihat, yang semuanya mengalir dari Yesus, yang adalah Allah menjadi manusia untuk kita.

Maka saudara-saudariku yang terkasih, pada hari Jumat Pertama dan Pesta Santo Tomas ini, kita masih punya kesempatan untuk kembali dan  berbebenah diri, untuk terus mengakui kehadiran Tuhan walaupun terkadang kita masuk dalam keraguan, apalagi permasalahan demi permasalahan kita masuki, khususnya dalam dunia dan situasi kita sekarang. Justru pada waktu inilah kita dituntut untuk lebih kuat dalam beriman dan percaya kepada Tuhan serta penyertaanNya.

Semoga pancarkan Hati Tuhan memberikan kepada kita kesejukan dan kekuatan dalam beriman dan percaya. Saudara sekalian, selamat meneruskan perjuangan dalam Berkat dan penyertaan Tuhan:

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, amin.
“Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita”

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, pelindung umat beriman, kami persembahkan kepada-Mu kebaktian yang layak bagi kami sebagai abdi-abdi-Mu, seraya mohon dengan rendah hati, jagalah rahmat-Mu dalam diri kami berkat kurban puji syukur yang kami persembahkan ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

ANTIFON KOMUNI: Lih. Yoh.20:27

Ulutkan tanganmu dan jamahlah bekas-bekas paku ini! Jangan sangsi lagi, Tomas, tetapi percayalah!

DOA SESUDAH KOMUNI

Allah Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, dalam sakramen ini kami benar-benar menyambut tubuh dan darah Putra-Mu yang tunggal. Bersama Rasul Tomas kami imani Dia sebagai Tuhan dan Allah kami. Semoga iman itu kami hayati pula sepanjang hidup kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/07/02/jumat-03-juli-2020/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.