Rabu, 12 Agustus 2020

Romo Vincentius Kaya Watun OMI

Pernahkah kita berniat mendoakan orang yang menurut kita sudah tersesat dan memilih jalannya sendiri, walaupun sudah berulang kali diingatkan dan dinasihati? Nabi Yehezkiel melihat, mereka yang berkeluh kesah ditandai dengan ‘T’ agar tidak dibunuh di Yerusalem. Kita dalam baptisan sudah ditandai dengan salib ‘+’. Yakinlah Tuhan maha rahim selalu mengampuni kalau kita mau bertobat. “Yesus, dalam Roh Kudus, tumbuh kembangkanlah dalam diri-ku rasa prihatin terhadap sesama supaya aku dapat membantu memperbaiki hidup ini. Engkau selalu mengharapkan kesatuan dan persatuan kasih. Maka Berkatilah aku, Setiap keluarga Kristiani dan sesama agar mampu menempatkan Engkau sebagai pusat hidup. Aku berdoa juga bagi mereka yang tersesat dan memilih jalan sendiri, Semoga melalui nasihat-2 orang yang Engkau utus, Mereka dapat menemukan Engkau, Sang jalan, kebenaran dan hidup. ‘Ini aku utus aku’ amin.” (Yeh 9:1-7.10:18-22; Mzm 113:1-6; Mat 18:15-20)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.