Kamis, 13 Agustus 2020

ANTIFON PEMBUKA  –  Mzm. 78:7

Hendaklah kita menaruh kepercayaan kepada Allah, dan jangan melupakan karya-karya-Nya

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Maharahim, kami mohon berilah kami Roh-Mu, agar kami tak jemu-jemu saling mengampuni. Ajarilah kami menaruh belas kasih kepada siapapun yang kami jumpai di mana saja. Demi Yesus Kristus, …. 

BACAAN PERTAMA: Kitab Yehezkiel 12:1-2

“Berjalanlah seperti orang buangan di depan mereka pada siang hari.”

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar, sebab mereka itu kaum pemberontak. Maka engkau, hai anak manusia, siapkanlah bagimu barang-barang seperti seorang buangan, dan berjalanlah seperti orang buangan di hadapan mereka pada siang hari. Berangkatlah dari tempatmu sekarang ini ke tempat lain seperti seorang buangan di depan mata mereka. Barangkali mereka akan insyaf bahwa mereka adalah kaum pemberontak. Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di depan mata mereka. Dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di depan mata mereka, seperti seseorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan. Di depan mata mereka buatlah sebuah lubang, dan keluarlah dari situ. Di depan mata mereka taruhlah barang-barangmu di atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap. Engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah. Sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel.” Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: Aku membawa pada siang hari barang-barang seperti perlengkapan seorang buangan, dan pada malam hari aku membuat lubang di tembok dengan tanganku; pada malam gelap aku ke luar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku. Keesokan harinya turunlah sabda Tuhan kepadaku, “Hai anak manusia, bukankah kaum Israel, kaum pemberontak itu bertanya kepadamu, ‘Apakah yang kaulakukan ini?’ Katakanlah kepada mereka, beginilah sabda Tuhan Allah, ‘Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana’. Katakanlah, ‘Aku menjadi lambang bagimu. Seperti yang Kulakukan ini, begitulah akan berlaku bagi mereka; sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan. Dan raja mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap, dan akan pergi ke luar. Orang akan membuat sebuah lubang di tembok supaya baginya ada jalan ke luar, ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak melihat tanah itu’.”

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 78:56-57.58-59.61-62

Ref. Janganlah kita melupakan karya-karya Allah.

  1. Mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, mereka murtad dan berkhianat seperti moyang mereka, mereka menyimpang seperti busur yang tak dapat dipercaya.
  2. Mereka menyakiti hati Allah dengan mendirikan bukit-bukit pengurbanan, membuat Dia cemburu karena patung-patung pujaan mereka. Mendengar hal itu, Allah menjadi geram, Ia menolak Israel sama sekali.
  3. Ia membiarkan andalan-Nya tertawan, membiarkan kebanggaan-Nya jatuh ke tangan lawan; Ia membiarkan umat-Nya dimangsa pedang, dan murkalah Ia terhadap milik pusaka-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya
S: Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

BACAAN INJIL: Matius 18:21 – 19:1

“Aku berkata kepadamu, ‘Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali kalian harus mengampuni.”

Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kalikah?” Yesus menjawab, “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya, raja lalu memerintahkan supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual untuk membayar utangnya. Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya, “Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi.” Tergeraklah hati raja oleh belas kasih akan hamba itu sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapusnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berutang seratus dinar kepadanya. Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya, “Bayarlah utangmu!” Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya, “Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi.” Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara sampai semua utangnya ia lunasi. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu dan berkata kepadanya, “Hai hamba jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan oleh karena engkau memohonnya. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Maka marahlah tuannya dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo, sampai ia melunasi seluruh utangnya. Demikian pula Bapa-Ku di surga akan berbuat terhadapmu, jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu. Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya berangkatlah Ia dari Galilea, dan tiba di daerah Yudea, di seberang Sungai Yordan.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria

Keadilan menuntut bahwa setiap orang diberi hak dan kewajibannya. Ketika ada orang-orang yang bertindak salah dan tidak adil, mereka tidak dapat dibiarkan melenggang tanpa ditegur atau bahkan dihukum.  Nabi Amos bicara tentang pengampunan dari Allah kepada mereka yang melanggar hokum sebanyak tiga kali. Namun, Allah mengingatkan agar mereka tidak melakukan pelanggaran yang keempat. Pada pelanggaran yang keempat Allah tidak akan menarik kembali keputusan-Nya untuk menghukum pelaku pelanggaran yang keempat. (Bdk Amos 1:1-13; 2:1-6).

Sementara itu Petrus bertanya tentang berapa kali pengampunan harus diberikan. Petrus menyangka bahwa pengampunan harus diberikan sebanyak tujuh kali. Ia menyangka bahwa Jesus akan merasa dengan jawaban Petrus. Ternyata jawaban Jesus sangat mencengangkannya, karena bukan tujuh kali orang harus mengampuni. Orang harus mengampuni sebanyak tujuh puluh kali tujuh. Dengan kata lain pengampunan dapat diberikan tanpa harus dihitung-hitung atau dibatasi. 

Jesus menegaskan bahwa pengampunan diberikan dan diterima tanpa batas. Ia menerangkan bagaimana pengampunan diberikan dengan perumpamaan tentang dua orang yang mempunyai hutang yang berbeda jumlahnya.

Orang yang kesatu memiliki utang yang tak terbilang jumlahnya – milyaran  dalam mata uang kita hari ini. Jumlah itu lebih besar daripada pendapatan dari satu provinsi. Bahkan jumlah itu setara dengan ongkos untuk menebus seorang raja. Dan orang itu dibebaskan dari kewajiban membayar utang yang tak terbilang jumlahnya itu. Sayang sekali kendati demikian terjadi padanya, ia tidak dapat mengampuni tetangganya yang utangnya sangat kecil – kurang lebih seper-seratus ribu dari utangnya yang dihapuskan oleh Sang Raja. Ini dua perbedaan utang yang jauh sekali.

Sulit dikatakan bahwa kita tak dapat mengampuni mereka mohon pengampunan dari kita. Mengampuni mereka yang bersalah kepada kita; itu adalah jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengampunan yang diberikan oleh Allah kepada kita. Dosa-sosa kita telah dibebaskan oleh Allah. Kita sendiri takkan mampu membebaskan diri dari dosa-dosa kita. Allah sendiri mengutus Putra-Nya untuk membayar hutang-hutang kita. Allah tidak meminta kita untuk membayar kembali. Kita telah ditebus oleh tetes-tetes darah Kristus yang mahal harganya. Kita diperhitungkan oleh Tuhan dalam kasih-Nya. Kita sungguh berharga di mata Tuhan(1 Kor 7:23). Dengan menumpahkan darah-Nya Kristus Jesus bukan hanya mengampuni dosa-dosa kita, tetapi juga seluruh pelanggaran yang kita lakukan.

Marilah kita membebaskan diri dari pemikiran tak produktif dan dari kemalasan yang menyebabkan kita berdosa. Kemalasan yang cenderung melahirkan perilaku tak tahu diri. Camkan Firman Tuhan hari ini: utangnya sudah dibebaskan, tetapi ia tak dapat membebaskan tetangganya dari utungnya sangat kecil.

Ketikmampuan kita untuk membebaskan diri dari dosa adalah fakta intrinsic dalam kehidupan manusia. Ketidakmampuan kita untuk membayar lunas itu sudah diambil-alih oleh Jesus. Kita berhutang kepada Allah atas segala kebaikan, atas belaskasih, dan rahmat-Nya yang diberikan kepada kita setiap hari. 

Mengampuni bukan disempitkan atau dimengerti sebagai peristiwa sesaat. Lantas semuanya selesai. Mengampuni ialah suatu tindakan konkrit dan instrinsik yang tak kunjung putus. Suatu pembentukan sikap dan habitus yang memakan proses yang panjang. Dalam proses itu kita tak dapat berjalan sendiri. Kita diharapkan berani membuka diri kepada rahmat dan belas kasih Allah, sehingga kita memiliki disposisi – siyap ditransformir menjadi manusia baru.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa Mahapenyayang, tanamlah belaskasih-Mu dalam hati kami. setiap kali kami mengenangkan Putera-Mu yang merupakan belaskasih-Mu yang menjelma bagi kami semua. Dialah ….

ANTIFON KOMUNI  –  Mat. 18:32-33

Seluruh utangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonnya. Bukankah engkau pun harus mengasihi kawanmu sebagaimana aku telah mengasihi engkau?

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa Maharahim, kami bersyukur, sebab berkat belaskasih-Mu, Engkau selalu memberi harapan baru. Kami bersyukur pula karena Roh-Mu yang kudus selalu menghidupi kami. Demi Kristus, ….

Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/08/12/kamis-13-agustus-2020/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.