Sabtu, 05 September 2020

ANTIFON PEMBUKA  –  Mzm 145:21

Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan, dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa Mahasetia, semoga kami dapat memahami apa yang tertulis tentang Dikau. Berkenanlah melaksanakan janji-Mu dan berilah kedamaian kepada dunia. Demi Yesus Kristus Putera-Mu, …

BACAAN PERTAMA: I Korintus 4:6b-15

“Kami ini lapar, haus, dan telanjang.”

Saudara-saudara, dari aku dan Apolos hendaknya kalian belajar, apa artinya ungkapan “jangan melampaui yang ada tertulis.” Jangan ada di antara kalian yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu lebih dari yang lain. Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Adakah di antara milikmu yang bukan pemberian? Dan jika itu memang pemberian, mengapa engkau memegahkan diri, seolah-olah itu bukan pemberian? Kalian telah kenyang, kalian telah kaya, dan tanpa kami kalian telah memerintah; alangkah baiknya kalau benar demikian, yakni kalau kalian menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kalian. Menurut pendapatku, Allah memberi kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati. Sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. Kami ini bodoh oleh karena Kristus, tetapi kalian arif dalam Kristus. Kami ini lemah, tetapi kalian kuat. Kalian mulia, tetapi kami hina. Sampai saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukuli dan hidup mengembara. Kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki-maki, kami memberkati; kalau kami dianiaya kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi seperti sampah dunia, seperti kotoran dari segala sesuatu, sampai saat ini. Hal ini kutuliskan bukan untuk membuat kalian malu, melainkan untuk menegur kalian sebagai anak-anakku yang kukasihi. Sebab sekalipun kalian mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kalian tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang telah menjadi bapamu dalam Kristus Yesus, oleh Injil yang kuwartakan kepadamu.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:17-18.19-20.21

Ref. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya.

1. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
2. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, Ia mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. Tuhan menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.
3. Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL

U: Alleluya
S: Akulah jalan, kebenaran, dan sumber kehidupan, sabda Tuhan; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa

BACAAN INJIL: Lukas 6:1-5

“Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?” Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm.  FX Joko Susilo SCJ dari Komunitas SCJ Equador

Vivat cor Jesu per cor Mariae – Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria

Resi Dehonian – Sabtu, 5 September 2020 – Sabtu Pekan Biasa ke-22. bersama saya Rm. FX. Joko Susilo, SCJ dari Komunitas SCJ Ekuador

Saudara-saudariku pendengar resi dehonian yang terkasih, dalam Injil yang baru kita dengarkan tadi dikisahkan bahwa pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum bersama murid-murid-Nya. Saat merenungkan Injil hari ini, muncul satu pertanyaan bagi saya: “Mengapa kok Yesus tidak langsung menegur saat murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya saat hari Sabat?” Bagaimana menurut pendapat anda? Ya…kiranya Yesus saat itu memahami bahwa para murid-Nya sedang lapar. Yesus melihat hal yang lebih mendasar saat melihat para murid-Nya makan bulir gandum, yaitu kebutuhan akan makanan. Namun berbeda dengan komentar orang Farisi yang melihat mereka melakukan hal itu. Orang Farisi menyalahkan sikap para murid Yesus, karena melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat. Kisah ini mengajak saya untuk belajar melihat sebuah peristiwa hidup dengan lebih cermat dan dalam. Yesus mengajak melihat hal yang mendasar dalam menghayati hidup beriman.

Yesus ingin agar murid-murid-Nya mempunyai dasar iman tidak berdasar benar atau salah, dengan segala aturan yang ada. Namun Yesus mengajak kita agar dengan iman kita makin manusiawi dan makin ilahi. Sikap ini menjadikan kita dalam beragama dan beriman bukanlah alat untuk menyalahkan sesama bahkan Tuhan namun menjadikan kita makin mengenali siapa diri kita sebagai manusia dihadapan Tuhan dan sesama. Menutup permenungan ini, saya mengutip kalimat Paus Fransiskus dalam Ensikliknya Lumen Fidei artikel 34:

“Maka, jelaslah bahwa iman bukanlah suatu yang keras dan kaku, melainkan suatu yang tumbuh dalam kebersamaan penuh hormat dengan yang lain. Seorang yang percaya bukanlah orang yang angkuh, sebaliknya kebenaran menuntunnya pada kerendahan hati, sebab kita, kaum beriman, mengetahui bahwa, alih-alih kita sendiri memiliki kebenaran, kebenaranlah yang memeluk dan memiliki kita. Jauh dari menjadikan kita kaku, rasa aman karena iman menempatkan kita dalam suatu perjalanan, yang memampukan kita memberikan kesaksian dan berdialog dengan semua orang.“

Ya Allah terimakasih atas belaskasih-Mu yang selalu merangkul kelemahan kami dalam mengikuti-Mu. Semoga sabda-Mu hari ini semakin mendewasakan kami dalam mengimani Engkau bersama sesama kami. Berkatilah keluarga kami, komunitas kami beserta seluruh kegiatan kami hari ini. Demi Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin. 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami bersama, kami bersyukur karena disebut putra dan putri-Mu berkat Yesus Putera-Mu terkasih. Semoga hidup kami selalu memberi kesaksian tentang semua itu dan memancarkan pula kedamaian dan keadilan. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI  –  Luk. 6:5

Putra Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Ba[a Yang Mahakuasa dan kekal, kami bersyukur karena sehari-hari Kauperkenankan menerima anugerah-Mu yang melimpah. Kami bersyukur pula atas sabda Yesus Putra-Mu. Semoga sabda-Nya selalu menjadi santapan tetap kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/09/04/sabtu-05-september-2020/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.