Selasa, 03 November 2020

ANTIFON PEMBUKA – Filipi 2:57

Dalam hidup bersama, hendaklah kalian bersikap seperti Kristus Yesus la telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba. Dan menjadi sama dengan manusia

PENGANTAR

Yesus tidak mau berpegang teguh pada kekuasaan dan kekuatan, tetapi malahan mengosongkan diri. Orang lain dan kebahagiaan sesama mencari dalih. Bukankah ini karena kita salah mengundang? Bukankah karena kita terlalu memaksakan kehendak kita, maka mereka menolak datang? Seorang pengundang yang baik hanya menghendaki kebahagiaan sesama. la sendiri menarik diri ke belakang. Kegembiraannya ialah membahagiakan orang lain.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, perkenankanlah kami mematuhi sabda pembawa kehidupan dan kebebasan. Ajarilah kami mengangkat salib Putra-Mu, serta membangun kedamaian sejati. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,… 

BACAAN PERTAMA: Filipi 2:5-11

“Yesus telah merendahkan diri, maka Ia diagungkan oleh Allah.”

Saudara-saudara, dalam hidup bersama hendaklah kalian bersikap seperti Kristus Yesus. Walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa, semua lidah mengakui ‘Yesus Kristus adalah Tuhan.”

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 22:26b-27.28-30a.31-32

Ref. Aku melambungkan puji-pujian di tengah jemaat yang besar, ya Tuhan.

  1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa. Orang miskin akan makan sampai kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hati mereka hidup untuk selama-lamanya!
  2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar, lalu berbalik kepada Tuhan, segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa. Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah: semua orang sombong di bumi.
  3. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang. Dan menuturkan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti. Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya
S :  (Mat 11:28) Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepada kalian.

BACAAN INJIL: Lukas 14:15-24

“Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh.”

Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung, seorang tamu berkata kepada Yesus, “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada seorang mengadakan perjamuan besar. Ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan, ‘Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.’ Tetapi mereka semua minta dimaafkan. Yang pertama berkata, ‘Aku baru membeli ladang dan harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.’ Yang lain berkata, ‘Aku baru membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.’ Yang lain lagi berkata, ‘Aku baru saja menikah, dan karena itu aku tidak dapat datang.’ Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semua itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya, ‘Pergilah segera ke jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan cacat, orang-orang buta dan lumpuh.’ Kemudian hamba itu melaporkan, ‘Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan. Sekalipun demikian, masih ada tempat.’ Maka tuan itu berkata, ‘Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh.’ Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari para undangan itu akan menikmati jamuan-Ku.”

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Johanes Juliwan Maslim SCJ

Vivat Cor Jesu – Per Cor Mariae – Hiduplah Hati Kudus Yesus – Melalui Hati Maria

Para Pendengar Renungan Singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, bertemu kembali dengan saya, Romo Yuliwan, SCJ dari Komunitas Toronto, Canada.

Mari kita siapkan hati untuk mendengarkan Sabda Tuhan pada hari ini, Selasa, tanggal 3 November 2020. yang diambil dari Injil menurut Santo Lukas 14: 15-24.

Mari kita awali dengan membuat tanda kemenangan Kristus: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.   

Anda semua tentu pernah menerima undangan pesta, dalam berbagai kesempatan perayaan atau pesta. Biasanya undangan diberikan kepada mereka yang dikenal dan jika kita diundang, dan ini merupakan tanda perhatian bahkan kadang cukup istimewa, seperti undangan VIP. Tentu saja undangan membutuhkan jawaban, entah datang atau tidak, tetap merupakan bentuk jawaban kita sebagai orang yang diundang. Ketika kita menjawab YA dan datang, maka akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi yang mengundang dan kita pun ikut bahagia dalam kebersamaan perayaan itu. Namun, terkadang kita juga menjawab TIDAK dengan berbagai alasan untuk meneguhkan jawaban itu. Jika kita menjawab YA, maka kita pun harus siap untuk menyediakan waktu dan kehadiran kita serta siap untuk meninggalkan atau menyesuaikan kegiatan rutin kita. 

Kisah Injil hari ini menyadarkan kita akan undangan Tuhan untuk datang dan hadir dalam Perjamuan Nikah, yakni Perjamuan Abadi Surgawi. Mereka yang diundang adalah orang-orang yang sudah mengenal Sang Tuan dan bergaul denganNya. Namun ternyata mereka malah menjawab undangan itu dengan TIDAK karena berbagai alasan, yakni ladang, lembu dan baru kawin. Karena mereka menolaknya, maka tempat yang disediakan bagi mereka menjadi kosong, padahal perayaan tetap harus dilangsungkan dan ruangan harus penuh. Maka diundanglahlah semua orang miskin, cacat, buta dan lumpuh bahkan akhirnya semua orang yang ditemukan di jalan-jalan. Mereka semuanya ini tidak termasuk undangan namun akhirnya justru menjadi bagian dalam perjamuan pesta yang meriah itu. Mereka yang menganggap diri layak untuk masuk dalam perjamuan pesta justru menolak undangan pesta itu, sedangkan yang dianggap tidak layak masuk ke dalam perjamuan, justru yang masuk dan menikmati perjamuan pesta pernikahan.

Jika sekarang kita diundang dalam perjamuan pesta nikah itu, apa jawaban kita? Perjamuan nikah ini adalah Perjamuan Surgawi di Rumah Bapa dan kita semua yang telah menjadi anak-anak Allah telah mempunyai tempat dalam perjamuan itu, makanya kita diingatkan dalam undangan itu. Nah, bagaimana jawaban kita sekarang? Jawaban itu sudah dapat kita lihat dari realita kehidupan kita hingga saat ini. Ketiga alasan penolakan atas undang tadi menunjukkan keterikatan kita dengan hal-hal duniawi dan manusiawi yang akhirnya menjauhkan diri kta dari perjamuan surgawi. Perhatian dan fokus kita kepada Tuhan tentu membuat kita sebagai pribadi yang lepas bebas dan siap untuk memenuhi undangan Tuhan, ketika itu datang. Ini tampak prioritas dalam hidup kita setiap hari, apakah Tuhan selalu menjadi yang pertama dan utama? Sejenak kita bisa melihat diri kita masing-masing, apa yang menjadi yang utama dan pertama di dalam hidup kita sekarang ini? bagaimana identitas kita sebagai anak-anak Allah, kita wujudkan hingga saat ini? kesadaran ini akan memberikan gambaran akan bagaimana persiapan kita untuk menjawab undangan Tuhan, ketika undangan itu datang kepada kita, yang bisa terjadi setiap saat.

Setiap hari atau setiap hari Minggu, kita mendapat undangan untuk merayakan Perjamuan Ekaristi, bagaimana kita menjawabnya? Tentu selama masa pandemi Covid-19 situasi menjadi berbeda. Namun dalam situasi biasa selama sebelum masa pandemi ini, bagaimana kita menjawab undangan Tuhan itu? Apakah Perayaan Ekaristi menjadi prioritas di dalam kehidupan kita, apalagi kita adalah bagian dari Pesta Perjamuan Ekaristi itu, tempat kita sudah tersedia di dalamnya. Perayaan Ekaristi adalah sumber dan pusat hidup kita, kita menerima makanan keselamatan kita. Kesetiaan kita dalam Perayaan Ekaristi menjadi gambaran kesetiaan kita pula dalam mempersiapkan Perjamuan Surgawi. Tentu saja Tuhan akan membawa semua orang masuk ke dalam Perjamuan Surgawi, namun kepada kita yang telah menjadi anak-anak Allah, undangan itu sudah disiapkan, maka bersiaplah pula untuk menjawabnya.

Berkat Tuhan menyertai Anda semua agar semakin setia dalam hidup sebagai anak-anak Allah: Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

“Semoga hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita”

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami sumber sukacita, semoga salib Yesus Putra-Mu terkasih menjadi lambang pengharapan  dan mendatangkan suka cita bagi semua orang di seluruh dunia. Demi Kristus, ..

ANTIFON KOMUNI – Filipi 2:10

Dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, di atas dan di bawah bumi, dan segala lidah mengakui, “Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami mengucap syukur, bahwasanya semua orang Kaupanggil bersatu dengan Dikau melalui Yesus Kristus. Semoga kami dapat bergembira karena mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/11/02/selasa-03-november-2020/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.