Senin, 23 November 2020

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 24:1-2

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan buMi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

PENGANTAR

Memberi dari kelimpahan kita tidak sukar. Namun, sebenarnya kurang kristiani. Lebih dari itu yang dituntut Kristus, la memuji si janda, yang memberikan apa yang diperlukannya untuk hidup. Itulah yang dimaksud Santo Yohanes dalam tulisannya tentang mereka yang mengikuti Sang Anak Domba ke mana pun pergi-Nya. Yesuslah Anak Domba itu yang menyerahkan diri-Nya demi kebahagiaan manusia.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa, kami mohon, jadikanlah kami kaya berkat sabda-Mu, serta bersedia membagikan anugerah budi dan hati kepada sesama, demi Yesus Putra-Mu terkasih, yang telah menyerahkan segalanya, agar kami semua merasa bahagia. Sebab Dialah Putra-Mu….

BACAAN PERTAMA: Kitab Wahyu 14:1-3. 4b-5

“Pada dahi mereka tertulis nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya.”

Aku, Yohanes, melihat. Sungguh, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang. Pada dahi mereka itu tertulis nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya. Lalu aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu bunyinya seperti permainan kecapi. Seratus empat puluh empat ribu orang itu menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk serta tua-tua. Tidak seorang pun dapat mempelajari nyanyian itu selain keseratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi. Merekalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai kurban-kurban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba. Dan di dalam mulut mereka tiada terdapat dusta. Mereka tidak bercela.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 24:1-2. 3-4ab. 5-6

Ref. Inilah angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu ya Allah Yakub.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya

S : Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga.

BACAAN INJIL: Lukas 21:1-4

“Yesus melihat seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti derma.”

Di Bait Allah, tatkala mengangkat muka, Yesus melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Maka Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberikan persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberikan dari kekurangannya, bahkan ia memberikan seluruh nafkahnya.”

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Albertus Suryadi SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.

Para pendengar RESI yang terkasih, Jumpa kembali bersama saya Romo Albertus Suryadi SCJ, dalam RESI, senin 23 November 2020. Tema renungan kita adalah, “Totalitas dalam Berbagi”. Mari kita bersama mendengarkan bacaan Injil menurut Santo Lukas 21:1-4.

Para pendengar RESI yang terkasih, bacaan Injil hari ini, mengajak kita untuk berbuat baik dalam setiap kesempatan hidup kita, menghidupi semangat totalitas dalam berbagi. Kehadiran sosok Janda Miskin lewat kisah persembahan kasih yang ditampilkan oleh Yesus dalam Injil hari ini, mengingatkan kita semua, agar kita tetap dan selalu memelihara semangat berbagi, menyatakannya dalam perwujudan nyata, dalam keluarga, Gereja dan masyarakat kita, bahkan saat secara materi kita merasa bahwa hanya sedikit yang kita miliki, ataupun bila kita merasa bahwa kita bukan orang berada, bukan termasuk orang kaya, orang yang berkecukupan dll.

Mengapa demikian? Karena kita telah mendengar dan menyaksikan sendiri, Janda miskin ini telah menujukkannya kepada kita, dan yang paling menyakinkan kita lagi bahwa Yesus sendiri sangat berkenan akan totalitas dan ketulusan peberian yang dia berikan, dan bukan pertama tama mengukurnya dari seberapa besar jumlah pemberian yang kita berikan.

Mari kita sungguh menyadari bahwa, suka cita, damai, dan keselamatan yang kita alami yang menjadi buah dari totalitas dan ketulusan kita dalam berbagi, bukan di tentukan oleh apa yang kita berikan, seberapa besar yang kita berikan, namun bagi Yesus yang terpenting adalah ketulusan, totalitas dalam memberikan, serta kepercayaan bahwa semua pemberian itu semuanya kita lakukan demi kemuliaan Allah dan tanda syukur kita kepada Allah yang telah terlebih dahulu mengasihi dan memberikan berkatNya kepada kita.

Untuk itu, marilah kita memhohon rahmat Iman, dan keterbukaan hati, agar kita sungguh di berikan rahmat untuk berani berbagi, berbagi budi, berbagi rezeki, dan waktu dan tenaga untuk dengan ketulusan dan suka cita, memberikan apa yang kita miliki, sebagai tanda syukur kita kepada Tuhan yang selalu ada, dan membagikan hidupnya untuk kita dan keselamatan kita.

Allah selalu menawarkan kepada kita kasihNya, rahmat-Nya, dengan menanamkan dalam diri kita nilai-nilai kasih dan kebaikan, mari kita sambut dengan semangat, dan kita teruskan kepada sesama kita, dalam setiap kesempatan dan peristiwa hidup kita.

Semoga Hati Kudus Yesus selalu merajai dan membimbing hidup kita, di manapun kita berada, sekarang dan selama lamanya.

Selamat berkarya dan mari kita mulai berbagi dari hari ini, buatlah niat, agendakan, dan lakukanlah dalam totalitas dan ketulusan. Tuhan memberkati. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami di surga, kami mohon, tandailah kami dengan nama-Mu dan berkatilah kami dengan daya kekuatan agar dapat berjalan di jalan Yesus Putra-Mu yang terurapi. Tuhan…

ANTIFON KOMUNI  – Wahyu 14:4b.5

Merekalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun la pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai kurban-kurban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba dan dalam mulut mereka tidak terdapat dusta: mereka tidak bercela.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur, karena Engkau telah berkenan menyatakan diri kepada kami dalam sabda dan perwujudan Yesus Putra Manusia. Kami mohon semoga kami mematuhi Dia yg amat Kau sayangi. Sebab Dialah… 

Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/11/22/senin-23-november-2020/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.