Minggu, 29 November 2020

ANTIFON PEMBUKA – Mzm. 25:1-3

Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku; Allahku, kepada Mu aku percaya. Janganlah kiranya aku mendapat malu. Janganlah musuh-musuhku beriang-ria atas aku. Ya, semua orang yang menantikan Dikau takkan mendapat malu.

PENGANTAR

Kita mengawali tahun baru dalam kalendarium Gereja. Adven pertama membawa kita pada persiapan diri bahwa Allah hadir untuk masa lalu, sekarang dan masa mendatang. Untuk itu, kita diajak berdoa. Kita yakin Tuhan yang kita nantikan berkuasa melakukan hal-hal yang mengherankan. Keyakinan inilah harapan kita. Kita akan dapat bertahan sampai akhir zaman jika Tuhan beserta kita. Yang diminta sekarang adalah sikap berjaga-jaga agar kita dapat ditemukan siap menerima kedatangan-Nya.

DOA PEMBUKA

Marilah kita berdoa (hening sejenak): Allah Yang Maha Pengasih, Engkau tampaknya begitu jauh tetapi sebenarnya Engkau selalu dekat dengan kami. Kami mohon, bukalah hati kami agar dapat mengenal kehadiran Mu dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, sehingga kami selalu siap sedia menyambut-Nya. Sebab, Dialah Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Kitab Yesaya 63:16b-17;64:1.3b-8

Sudilah Engkau mengoyakkan langit dan turun.”

Ya Tuhan, Engkau sendirilah Bapa kami. Sejak dahulu kala nama-Mu ialah “Penebus kami”. Ya Tuhan, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu? Mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga kami tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, dan oleh karena suku-suku milik pusaka-Mu. Sudilah Engkau mengoyakkan langit dan turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu. Karena sejak dahulu kala orang tidak pernah mendengar, dan juga tidak ada telinga yang mendengarl tidak ada mata yang melihat Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia. Hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan kebenaran, dan yang mengindahkan jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka sebab kami berdosa. Terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala. Demikianlah kami semua seperti orang najis, dan segala kesalehan kami seperti kain kotor. Kami semua menjadi layu seperti daun, dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu, sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami. Engkau menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami. Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kami ini tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami semua adalah buatan tangan-Mu.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 80:2ac+3b.15-16.18-19
Ref. Tuhan, Dikaulah penyelamatku.

  1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
  2. Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu.
  3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan bagi diri-Mu. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

BACAAN KEDUA: I Korintus 1Kor 1:3-9

Kamu menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus.”

Saudara-saudara, kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Aku, Paulus, senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu, atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Kristus kamu telah menjadi kaya dalam segala hal, yaitu dalam segala macam perkataan dan pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus yang telah diteguhkan di antara kamu, sehingga kamu tidak kekurangan suatu karunia pun sementara kamu menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia juga akan meneguhkan kamu sampai kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab setialah Allah yang telah memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya

S : (Mrk 85:8) Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

BACAAN INJIL: Markus 13:33-37

“Berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah pulang!”

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba. Ibaratnya seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing sesuai dengan tugasnya, dan memerintahkan supaya penunggu pintu berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah itu pulang: Menjelang malam atau tengah malam, atau larut malam atau pagi-pagi buta. Hal ini Kukatakan supaya kalau ia tiba-tiba datang, jangan sampai kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu Kukatakan kepada semua orang: Berjaga-jagalah!”

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria.
Para sahabat yang terkasih, jumpa kembali dengan saya, Agustinus Guntoro, SCJ dari Komunitas SCJ di Hong Kong, dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian, pada hari Minggu Adven I, tanggal 29 Nov
2020. Tema yang saya angkat, “Sikap iman yang dewasa.”

Satu lilin Adven sudah dinyalakan. Lilin minggu pertama masa adven ini disebut sebagai lilin pengharapan. Menyalakan lilin itu, artinya kita menyalakan atau menumbuhkan pengharapan. Injil hari ini memaknai pengharapan dengan istilah berjaga-jaga. Orang yang mempunyai harapan, adalah orang yang berjaga-jaga. Sebaliknya, orang yang tidak mau berjaga-jaga, adalah orang yang tidak melihat adanya harapan, dan cenderung kemudian njagake (atau berharap pada pertolongan orang lain).

Kata “berjaga-jaga” disebut empat kali, dalam lima ayat dalam Injil hari ini. Ini menunjukkan bahwa kita harus berfokus ke sana dan menviralkan ke banyak orang. Mengapa kita perlu berjaga-jaga? Nah ini yang saya agak kurang sreg dengan Injil hari ini, atau mungkin konteks dan sudut pandangnya hanya berbeda saja. Dalam Injil disebut, “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang.” Bagi saya, berjaga-jaga itu bukan karena orang lain, tetapi karena memang berjaga-jaga itu baik dan indah dari dirinya sendiri. Bagi pelajar, perlu berjaga-jaga dalam bentuk belajar tekun, bukan karena karena menjelang ujian. Bagi pekerja, perlu berjaga-jaga dalam bentuk bekerja keras, tanpa diawasi atau tidak oleh atasan. Bagi orang beriman, perlu bertobat, berdoa, berpuasa atau aneka kegiatan rohani lainnya, bukan karena menjelang natal, paskah atau mungkin hari kiamat sekalipun. Kita tahu, melakukan sesuatu hanya karena takut dengan orang lain, bukanlah sikap iman yang dewasa.

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, supaya kita diteguhkan untuk selalu berjaga-jaga dalam keadaan apa pun juga, karena itulah wujud iman yang dewasa. Terima kasih. Tuhan memberkati.

SYAHADAT

DOA UMAT

I : Tuhan Yesus Kristus bersabda, “Hati-hatilah dan berjaga jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba Marilah kita berjaga-jaga dengan tekun dalam menantikan kedatangan Kerajaan-Nya dan memanjatkan doa.

L Bagi Gereja Kudus: Allah Bapa Yang Mahabaik, tuntunlah Gereja-Mu agar tetap rendah hati dalam mendengarkan Sabda-Mu dan melaksanakannya dengan gembira meski mengalami banyak hambatan dan kegagalan. Kami mohon …

U : Tuhan, cahaya sejati hidup kami, dengarkanlah doa kami.

L : Bagi para pemimpin masyarakat: Allah Bapa Yang Mahabaik, dampingilah para pemimpin kami dalam membimbing dan melayani masyarakat. Semoga mereka selalu mendahulukan kepentingan umum berlandaskan Sabda-Mu. Kami mohon..

U : Tuhan, cahaya sejati hidup kami, dengarkanlah doa kami.

L : Bagi para orang tua: Allah Bapa Yang Mahabaik, teguhkanlah para orang tua dengan iman yang mantap sehingga mereka dapat mendidik anak-anak sesuai dengan kehendak-Mu dalam suasana pengertian dan cinta kasih. Kami mohon…

U : Tuhan, cahaya sejati hidup kami, dengarkanlah doa kami.

L : Bagi mereka yang hari ini tidak dapat hadir di sini: Allah Bapa Yang Mahabaik, berkatilah dan lindungilah saudara-saudara kami yang hari ini tidak dapat hadir agar mereka mampu mengatasi segala persoalan yang sedang dihadapi dengan selalu berpegang pada Sabda-Mu. Kami mohon

U : Tuhan, cahaya sejati hidup kami, dengarkanlah doa kami.

I : Allah Bapa Yang Mahakuasa, sepanjang zaman Engkau se tia akan Sabda-Mu. Engkaulah Tuhan kami, Allah beserta kami, dan kami ini umat-Mu. Itulah iman dan harapan kami bila kami berdoa kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

LITURGI EKARISTI

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa Yang Mahakudus, terimalah dan kuduskanlah persembahan kami ini. Semoga, persembahan ini mendatangkan rahmat bagi kami dan sesama berkat persatuan dengan persembahan Tubuh dan Darah Kristus, Putra-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

ANTIFON KOMUNI  – Mzm. 83:13

Tuhan akan memberikan kebaikan dan negeri kita akan memberikan hasilnya.

DOA PENUTUP

Marilah kita berdoa: Kami bersyukur kepada-Mu, ya Bapa atas perjamuan Ekaristi yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Semoga, kami tetap teguh berharap untuk menikmati perjamuan surgawi yang Kaujanjikan seraya bertekun dalam mewujudkan iman dan cinta kasih. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/11/28/minggu-29-november-2020/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.