Sabtu Suci, 03 April 2021

PENGANTAR⁣

Saudara-saudara terkasih, pada malam yang amat suci ini Tuhan kita Yesus Kristus beralih dari kematian kepada kehidupan. Gereja kudus mengajak putra dan putrinya yang tersebar di seluruh bumi supaya berkumpul untuk berjaga dan berdoa. Bila kita sudah melangsungkan kenangan akan Paskah Tuhan sambil mendengarkan Sabda-Nya dan merayakan misteri-Nya, maka kita memiliki harapan akan mendapat bagian dalam kemenangan Kristus atas maut dan hidup bersama Dia di dalam Allah.⁣

PEMBERKATAN API⁣

Ya Allah, dengan pengantaran Putera-Mu Engkau telah menganugerahi umat-Mu api kemuliaan-Mu. Kuduskanlah api baru ini, dan semoga dengan perayaan Paskah ini, kami dinyalakan oleh kerinduan surgawi agar kelak dengan hati murni kami sampai dalam pesta cahaya-Mu yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin.⁣

PEMBERKATAN LILIN PASKAH:⁣

Kristus dahulu dan sekarang⁣

Awal dan Akhir⁣

Alpha⁣

dan Omega⁣

Milik-Nyalah segala masa⁣

dan segala abad⁣

kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan⁣

sepanjang segala masa⁣

Demi luka-luka-Nya⁣

yang kudus dan mulia⁣

semoga kita dilindungi ⁣

dan dipelihara ⁣

oleh Kristus Tuhan. Amin⁣

Semoga cahaya Kristus, yang telah bangkit mulia, menghalau kegelapan hati dan budi.⁣

PERARAKAN⁣

     1   1  1     6      1⁣

I : Ca-ha-ya Kris-tus.⁣

       1    1    1   1    1    1  6⁣

U : Syukur ke-pa-da Al-lah⁣

ATAU :⁣

      1     1    1   2  2    3    3. II⁣

I : Kris-tus ca-ha-ya du-nia.⁣

       3      1   1    6    6   1 1.  II⁣

U :  Syu-kur ke-pa-da Al-lah.⁣

PUJIAN PASKAH⁣

Bersoraklah para malaikat di surga

Elukanlah Kristus Raja diraja

Pujilah kemenangan jaya

Gemakanlah bunyi nafiri

     Bersoraklah, nyanyikan lagu gembira

     Bagi Kristus yang menebus kita

     Bersyukurlah kepada Allah

     Kita bangkit bersama Kristus

Bergiranglah, umat seluruh dunia

Terhalaukan kegelapan dosa

Bersinar cahaya Ilahi

Yesus Kristus junjungan kita

     Bersoraklah, nyanyikan lagu gembira

     Bagi Kristus yang menebus kita

     Bersyukurlah kepada Allah

     Kita bangkit bersama Kristus

I : Semoga Tuhan beserta kita,  

U : Sekarang dan selama-lamanya

I : Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan,   Sudah kami arahkan

I : Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita,   Sudah layak dan sepantasnya

I : Sungguh layak dan sepantasnya, kami lagukan dengan sebulat hati
Madah Pujian bagi Bapa, Allah yang Mahakuasa
Dan bagi PuteraNya Yesus Kristus, Tuhan dan Sembahan kami
Yang sebagai pengganti kami, telah melunasi hutang Adam kepada Bapa
Dan dengan Darah HatiNya, menghapus surat hutang dosa kami.
Inilah pesta Paskah.
Kini malaikat maut sungguh lewat
Sebab Anak Domba Sejati telah dikurbankan
dan pintu rumah umatNya sudah ditandai dengan darahNya.
Pada malam ini
Bapa telah menghantar bani Israel keluar dari Mesir
melalui dasar Laut Merah yang sudah dikeringkan.
Pada malam ini
Yesus Kristus mengalahkan kuasa maut
dan bangkit sebagai pemenang yang unggul dari kuburNya.
Pada malam ini
Semua orang yang percaya kepada Kristus
Dilepaskan dari kedurhakaan dan dosa
Dipulihkan kepada rahmat Allah
Dan diterima ke dalam Gereja yang kudus
     Bersoraklah, nyanyikan lagu gembira
     Bagi Kristus yang menebus kita
     Bersyukurlah kepada Allah
     Kita bangkit bersama Kristus
Betapa ajaib kerahiman Bapa bagi kita,
Tak ternilai cinta kasihNya.
Untuk menebus pada hamba,
Bapa serahkan PuteraNya sendiri.
Bahwasanya perlu dosa Adam, untuk memperoleh Kristus,
Yang dengan wafatNya meniadakan dosa itu.
Sungguh mujur kesalahan itu,
Sebab memberi kita Penebus yang demikian ini!
Sungguh bahagia malam ini
Yang menjarahi tentara Mesir dan memperkaya orang Ibrani.
Sungguh berbahagia malam ini
Yang menghubungkan kembali surga dengan dunia
Allah dengan umat manusia
     Bersoraklah, nyanyikan lagu gembira
     Bagi Kristus yang menebus kita
     Bersyukurlah kepada Allah
     Kita bangkit bersama Kristus
Cahaya malam ini mengusir kedurhakaan
Membersihkan orang yang berdosa
Mengembalikan kesucian kepada yang jatuh
Menghibur yang berdukacita.
Semoga lilin ini,
Yang diberkati demi penghormatan Bapa pada malam ini
Bernyala terus untuk menghalau kegelapan.
Semoga nyalanya digabungkan dengan sinar bintang kejora
Dengan Kejora Sejati itu, yang tak kunjung terbenam
Yang telah terbit dari alam maut
Dan menyinari umat manusia dengan seri cahayaNya.
Dialah Yesus Kristus, Putera Bapa
Yang bersama dengan Bapa dan Roh Kudus
Hidup dan berdaulat
Kini dan sepanjang masa.
U : Amin. Amin. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 1:1-31; 2:1-2 (Maka jadilah petang dan pagi: PS 866)

Allah melihat semua yang telah dijadikan-nya dan amat baiklah semuanya itu.”

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.

Maka jadilah petang dan pagi, hari per- ta – ma.

Lalu berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit

Maka jadilah petang dan pagi, hari kedua.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari ketiga.

Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari keempat.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung – yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”

Maka jadilah petang dan pagi, hari kelima.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari keenam

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Maka jadilah petang dan pagi, hari ini.

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol.
  2. Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyah untuk selama-lamanya. Dengan samudera raya bumi ini Kau selubungi; air telah naik melampaui gunung-gunung.
  3. Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air yang mengalir di antara gunung-gunung. Burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul-siul dari antara dedaunan.
  4. Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung, bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit. Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan, dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.
  5. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan. Bumi penuh dengan ciptaan-Mu: Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Kitab Kejadian 22:1-2.9a.10-13.15-18

“Kurban Abraham leluhur kita.”

Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Allah berfirman kepada Abraham, “Abraham.” Abraham menyahut, “Ya Tuhan.” Sabda Tuhan, “Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Maka sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham. Abraham lalu mengulurkan tangannya, dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit, “Abraham, Abraham!” Sahut Abraham, “Ya Tuhan.” Lalu Tuhan bersabda, “Jangan bunuh anak itu, dan jangan kauapa-apakan dia. Kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh, dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Diambilnya domba itu, dan dipersembahkannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Untuk kedua kali berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya, “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri —- demikianlah firman Tuhan —- Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Melalui keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mentaati sabda-Ku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:5.8.9-10.11

Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa

  1. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
  2. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai dan tubuhku akan diam dengan tentram sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
  3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

BACAAN KETIGA: Bacaan dari Kitab Keluaran 14:15-15:1

“Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering.”

Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir, ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun, ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu, dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut dan berjalan di tanah yang kering. Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda.” Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berpindah, berjalan di belakang mereka; dan tiang awan yang tadinya bergerak di depan mereka, beranjak dan berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang awan itu berdiri di antara tentara Mesir dan orang Israel. Awan itu menimbulkan kegelapan, sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi bagi orang Mesir untuk mendekati orang-orang Israel. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, serta mengeringkan laut itu. Maka terbelahlah air laut itu, dan orang Israel masuk dan berjalan di tengah-tengah laut yang kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka. Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu. Pada waktu jaga pagi, Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api dan awan, lalu mengacau-balaukan tentara Mesir. Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata, “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!” Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka.” Musa mengulurkan tangannya ke atas laut; maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula, sedangkan orang Mesir lari menuju air itu. Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Jadi berbaliklah segala air itu, lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel ke laut. Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering di tengah-tengah laut, sedang di kiri dan kanan mereka air itu bagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut. Ketika orang Israel melihat betapa dahsyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir, maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan; mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya. Pada waktu itulah Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan madah ini bagi Tuhan.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur Tanggapan III. PS 671 (Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18; R1a)

BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN

Solis/Kor:
1. Bersyukurlah kepada Tuhan,
U: kar’na kekal kasih Allah.
pada Allah segala dewata,
U: kar’na kekal kasih Allah.
pada Tuhan segala penguasa,
U: kar’na kekal kasih Allah.

2. Hanya Dia mengerjakan karya agung,

U: kar’na kekal kasih Allah.

dengan arif menciptakan langit,

U: kar’na kekal kasih Allah.

membentangkan bumi di atas laut,

U: kar’na kekal kasih Allah.

3. Penerang yang besar dibuat-Nya,

U: kar’na kekal kasih Allah.

surya yang menguasai siang,

U: kar’na kekal kasih Allah.

bulan, bintang, cahaya malam,

U: kar’na kekal kasih Allah.

4. Yang membunuh anak sulung Mesir,

U: kar’na kekal kasih Allah.

dan membebaskan umat Israel,

U: kar’na kekal kasih Allah.

dengan tangan kuat dan lengan perkasa,

U: kar’na kekal kasih Allah.

5. Dia yang membelah Laut merah,

U: kar’na kekal kasih Allah.

yang menyeberangkan umat Israel,

U: kar’na kekal kasih Allah.

dan menumpas Firaun dan laskarnya,

U: kar’na kekal kasih Allah

6. Yang memimpin umat-Nya ke padang gurun,

U: kar’na kekal kasih Allah.

kerajaan besar ditaklukkan-Nya,

U: kar’na kekal kasih Allah.

raja-raja masyhur dibunuh-Nya,

U: kar’na kekal kasih Allah

7. Diberikan-Nya tanah mereka,

U: kar’na kekal kasih Allah.

kepada Israel hamba-Nya,

U: kar’na kekal kasih Allah.

kemalangan kita diindahkan-Nya,

U: kar’na kekal kasih Allah.

8. Bersyukurlah kepada Tuhan,

U: kar’na kekal kasih Allah.

pembebas kita dari penindas,

U: kar’na kekal kasih Allah.

dan segala makhluk diberi-Nya makan,

U: kar’na kekal kasih Allah.

BACAAN KEEMPAT: Bacaan dari Kitab Yesaya 54:5-14

“Datanglah kepada-Ku, maka kamu akan hidup. Aku akan mengikat perjanjian kekal denganmu.”

Tuhan bersabda kepada Nabi Yesaya, jika yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Tuhan semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati Tuhan memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu. Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman Tuhan, Penebusmu. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman Tuhan, yang mengasihani engkau. Hai yang tertindas, yang dilanggar angin badai, yang tidak dihiburkan! Sesungguhnya, Aku akan meletakkan alasmu dari batu hitam dan dasar-dasarmu dari batu nilam. Aku akan membuat kemuncak-kemuncak tembokmu dari batu delima, pintu-pintu gerbangmu dari batu manikam merah dan segenap tembok perbatasanmu dari batu permata. Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan, dan besarlah kesejahteraan mereka; engkau akan ditegakkan di atas kebenaran. Engkau akan jauh dari pemerasan, sebab engkau tidak usah lagi takut, dan engkau akan jauh dari kekejutan, sebab ia tidak akan mendekat kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 30:2.4.5-6.11.12a.13b

Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.

  1. Aku akan memuji ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersuka cita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
  2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab hanya sesaat ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
  3. Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku, Tuhan, jadilah penolongku! Aku yang meratap telah Kuubah menjadi orang yang menari-nari, Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

BACAAN KELIMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 55:1-11

“Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki.”

Beginilah firman Tuhan, “Hai kamu semua orang yang haus, marilah dan minumlah! Dan kamu yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli, dan makanlah; minumlah anggur dan susu tanpa bayar! Mengapa kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti? Dan mengapa upah jerih payahmu kamu belanjakan untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku, maka kamu akan mendapat makanan yang baik, dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu, dan datanglah kepadaku, dengarkanlah Aku, maka kamu akan hidup! Aku akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh, yang Kujanjikan kepada Daud. Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena Tuhan, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau. Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengasihaninya; baiklah ia kembali kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpah. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah jalan-Ku menjulang di atas jalanmu, dan rancangan-Ku di atas rancanganmu. Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberi benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku; Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Yes 12:2-3.4bcd.5-6

Ref. Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.

  1. Sungguh, Allah keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba dengan kegirangan, dari mata air keselamatan.
  2. Pada waktu itu kamu akan berkata, “Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukan karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!”
  3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulia karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab yang mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!

BACAAN KEENAM: Bacaan dari Kitab Barukh 3:9-15

“Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera.”

Dengarkanlah, hai Israel, segala perintah kehidupan, condongkanlah telinga untuk mengenal kearifan. Apa sebabnya, hai Israel, apa sebabnya maka engkau berada di negeri musuhmu serta menjadi tua di negeri yang asing dan menajiskan dirimu dengan yang mati dan terbilang di antara mereka yang turun ke dunia orang mati? Engkau telah meninggalkan sumber kebijaksanaan! Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera. Belajarlah di mana ada kearifan, di mana kekuatan dan di mana pengertian, supaya sekaligus kauketahui tempat umur panjang dan kehidupan, tempat cahaya mata dan damai sejahtera. Siapakah telah menemukan tempat kebijaksanaan, siapakah telah masuk ke dalam perbendaharaannya?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 19:8-9.10-11

Ref. Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.

  1. Sabda Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan teguh, membuat arif orang bersahaja. Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati. Perintah Tuhan jelas, membuat mata berseri.
  2.  Hikmat Tuhan baik, tetap selama-lamanya. Keputusan Tuhan benar, adil selalu. Lebih indah daripada emas murni, lebih manis daripada manu lebah.

BACAAN KETUJUH: Bacaan dari Kitab Yehezkiel 36:16-17a, 18-28

“Kamu akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu.”

Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanahnya sendiri, mereka menajiskan tanah itu dengan tingkah laku mereka. Maka Aku mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka, karena darah yang mereka curahkan di atas tanah itu; mereka menajiskan tanah itu dengan berhala-berhala mereka. Aku menghamburkan mereka di antara bangsa-bangsa, sehingga mereka berserak-serak di dalam negeri; Aku menghakimi mereka selaras dengan tingkah lakunya. Di mana saja mereka datang di tengah bangsa-bangsa, mereka menajiskan nama-Ku yang kudus, sehingga semua orang menyindir mereka dengan berkata: Katanya mereka umat Tuhan, tetapi mereka harus keluar dari tanahnya! Aku merasa sakit hati karena nama-Ku yang kudus dinajiskan oleh kaum Israel di tengah bangsa-bangsa, di mana mereka datang. Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah Firman Tuhan Allah: bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus, yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, demikianlah Firman Tuhan Allah, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri; Aku akan membawa kamu kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dan segala kenajisanmu dan dari semua berhalamu aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberi hati yang baru, dan roh yang baru akan Kutaruh di dalam batinmu. Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras, dan kepadamu Kuberi hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu, dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku; aku akan membuat kamu tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu. Kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 42:3.5bcd;43:3-4

Ref. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan ingin melihat wajah Allah.

  1. Jiwaku haus akan Allah akan Allah yang hidup! Bilakah tiba saatnya aku boleh datang melihat Allah.
  2. Ku terkenang, ketika berkenan maju di tengah kepadatan manusia, melangkah menuju ke rumah Allah di tengah sorak-sorai dan nyanyian syukur.
  3. Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu supaya menuntun langkahku dan membawaku ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
  4. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, suka citaku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, sumber kegembiraanku.

MADAH KEMULIAAN

DOA PEMBUKA⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Ya Allah, Engkau menyemarakkan malam yang amat suci ini dengan kebangkitan mulia Kristus Tuhan kami. Bangkit kanlah di dalam Gereja-Mu semangat hidup sebagai anak anak Allah. Semoga kami dibarui lahir-batin agar kami se lalu mengabdi Engkau dengan setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.⁣

BACAAN KEDELAPAN: Bacaan Epistola: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 6:3-11

“Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, dan tidak akan mati lagi.”

Saudara-saudara, kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh pembaptisan dalam kematian, supaya, seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi, jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu bahwa Kristus, sesudah bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia! Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya; kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

Ref. A l l e l u y a (3x 1= F, G, A)
Ayat. (Mzm 118:1-2.16ab.17.22-23)

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya.
  2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.
  3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di antara kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 16:1-8

“Yesus dari Nazaret yang tersalib itu sudah bangkit.”

Hari Sabat sudah lalu, Maria Magdalena, Maria ibunda Yakobus dan Salome membeli rempah-rempah untuk mengurapi jenazah Yesus. Pagi-pagi benar pada hari pertama dalam pekan, ketika matahari sudah terbit, mereka pergi ke makam. Mereka bertanya satu sama lain, “Siapakah yang akan menggulingkan batu dari pintu makam bagi kita?” Ketika mengangkat mata, mereka melihat batu sudah terguling. Batu itu sangat besar. Mereka masuk ke dalam makam dan melihat seorang pemuda duduk di sisi kanan. Ia memakai jubah putih. Mereka sangat terkejut. Pemuda itu berkata kepada mereka, “Jangan takut!” Kamu mencari Yesus dari Nazaret yang tersalib itu? Ia sudah bangkit dan tidak ada lagi di sini. Lihatlah tempat Ia dibaringkan. Pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan Petrus, bahwa Ia mendahului kamu ke Galilea. Di sana kamu akan melihat Dia, seperti telah dikatakan-Nya kepadamu.” Setelah keluar berlarilah mereka meninggalkan makam, karena sangat ketakutan. Oleh karena sangat takutnya mereka tidak mengatakan sesuatu kepada siapa pun.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Johanes Juliwan Maslim SCJ

Vivat Cor Jesu per Cor Mariae.  Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Para Pendengar Renungan Singkat Dehonian yang berbahagia, berjumpa kembali dengan saya, Rm. Yuliwan,SCJ dari Komunitas Toronto, Kanada. Bahagia dapat berjumpa lagi dengan saudara-saudari sekalian dalam Resi pada hari Sabtu Sepi memasuki Vigili atau Malam Paskah ini. Marilah kita persiapkan hati untuk mendengarkan Sabda Tuhan, yang diambil dari Injil menurut St. Markus 16: 1-7. Marilah kita awali dengan membuat Tanda Kemenangan Kristus: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

“Ia telah bangkit”

Para pendengar Resi yang terkasih, perjalanan Masa Prapaskah telah mencapai puncaknya pada malam ini. Bersama seluruh Gereja, kita akan merayakan sukacita yang luar biasa karena ungkapan orang muda, yang adalah malaekat di dalam kubur itu, ‘Ia telah bangkit ‘. Perkataan itu telah membuka tabir kehidupan baru. Yesus yang menderita sengsara, wafat di salib dan dimakamkan, sekarang bangkit, sebuah berita yang tentu saja mengejutkan bagi yang mendengarnya. Kebangkitan Yesus Kristus tentu saja menghancurkan kegelapan yang menutup keselamatan kita manusia karena belenggu dosa. Kebangkitan ini adalah warta datangnya kehidupan baru, warta keselamatan bagi kita semua yang percaya dan yang mengikutiNya. Inilah Paskah, Tuhan menyelamatkan umatNya, manusia yang dicintaiNya sejak dunia diciptakan. Kebangkitan Yesus adalah kebangkitan kita semua dari manusia lama memasuki alam baru, sebagai orang-orang yang dibersihkan oleh darah Tuhan Yesus Kristus. Maka sekaranglah saatnya kita melepaskan pakaian manusia lama kita dan mengenakan pakaian baru, pakaian keselamatan.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Seluruh bacaan Kitab Suci yang kita dengarkan para Perayaan Malam Paskah ini merupakan sebuah kisah yang indah akan sejarah keselamatan kita manusia. Inilah kisah cinta Allah kepada kita semua, yang tetap setia walaupun manusia seringkali kurang setia kepadaNya. Gambaran yang terjadi di dalam seluruh kisah Kitab Suci ini mau menunjukkan bahwa Allah yang tidak pernah meninggalkan kita tersesat, melainkan Allah yang ingin agar kita semua tetap setia berada bersamaNya. Oleh sebab itulah, sekarang ini, sekali lagi, kita disadarkan akan pemberian diri Yesus Kristus yang total kepada Bapa demi keselamatan kita dan apakah kita tetap akan bersikap sama saja tanpa perubahan dan pertobatan? Syukur kita pada Perayaan Agung Paskah ini juga menjadi saat bagi kita untuk kembali menata kehidupan baru yang lebih baik. Rahmat Tuhan telah tercurah di dalam diri kita masing-masing dan itu sungguh bekal yang luar biasa untuk meneruskan perjuangan kita. Janganlah kita lengah karena berbagai godaan yang terus akan dilakukan oleh si iblis yang jahat, namun jangan takut karena Yesus telah bangkit untuk kita. Maka dengan tegas mari kita kembali menyangkal iblis dan semua perbuatannya dalam Perayaan malam Paskah ini. Saatnya kita kembali membaharui Janji Baptis kita, janji kesetiaan kita kepada Tuhan, yang kita ucapkan sekali namun untuk selamanya, 

Selamat Merayakan Pesta Paskah, Alleluia, Alleluia, Alleluia dan Allah selalu menyertai perjalanan hidup kita dengan berkatNya : Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin 

“Semoga hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita”

ANTIFON KOMUNI  —  bdk 1Kor. 5:7-8⁣

Kristus, Anak Domba kita, sudah dikurbankan. Marilah kita merayakan pesta dengan roti tak beragi, yakni kesucian dan kebenaran. Alleluya.⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣

Marilah kita berdoa. Ya Allah, kami telah Engkau segarkan dengan santapan Paskah. Maka, kami mohon curahkanlah Roh kasih-Mu kepada kami dan buatlah kami sehati sejiwa dalam kasih sayang-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.⁣

ATAU⁣

Marilah kita berdoa: Allah Bapa kami, kami bersyukur atas santapan Paskah Putra-Mu yang telah kami terima. Kami mohon, kuatkanlah kami dalam peziarahan hidup untuk menyongsong Paskah Putra-Mu yang abadi. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin.

Link Audio http://katolikindonesia.com/2021/04/02/sabtu-suci-03-april-2021/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.