Jumat, 16 Juli 2021

Resi-Jumat 16 Juli 2021 oleh Rm. Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Komunitas Provinsialat SCJ Buenos Aires – Argentina

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 115:17-18

Aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu sambil menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

PENGANTAR:

Mungkin pernah dilihat gambar perjamuan malam Yesus ber sama para murid dengan latar belakang Paska pertama di Mesir dengan segala persiapannya. Pengikut Kristus memang telah dibebaskan, agar dengan sukarela siap siaga di hadapan Tuhan untuk melakukan ziarah bersama.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahabaik, sebagai bekal dalam perjalanan Engkau telah memberi kami rezeki, yaitu Yesus, Anak Domba Paska baru. Semoga Engkau berkenan datang dan mencipta baru kami pada waktu kami berkumpul memuji nama-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERYAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 11:10-12:14:

“Hendaklah kalian menyembelih anak domba pada waktu senja. Apabila Aku melihat darah, maka Aku akan melewati kalian!”

Musa dan Harun telah melakukan segala mukjizat di depan Firaun. Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi dari negeri Mesir. Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, “Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu, bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaat Israel, ‘Pada tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba oleh masing-masing menurut kaum keluarga, seekor untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak domba itu harus jantan, tidak bercela dan berumur setahun, boleh domba, boleh kambing. Anak domba itu harus kalian kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada senja hari. Dan darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah tempat orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus makan dagingnya yang dipanggang; daging panggang itu harus mereka makan dengan roti tak beragi dan sayuran pahit. Janganlah kalian memakannya mentah atau direbus dalam air; tetapi hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepala, betis dan isi perutnya. Janganlah kalian tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi. Apa yang tinggal sampai pagi harus dibakar habis dalam api. Beginilah kalian memakannya: pinggang berikat, kaki berkasut dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kalian memakannya cepat-cepat. Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam ini Aku akan menjelajahi negeri Mesir, membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia, maupun anak sulung hewan, dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah, Tuhan. Adapun darah domba tersebut menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kalian tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, Aku akan melewati kalian. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah kalian pada saat Aku menghukum negeri Mesir. Hari itu harus menjadi hari peringatan bagimu dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun. Hari itu harus kalian rayakan sebagai suatu ketetapan untuk selama-lamanya.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 116:12-13.15-16bc.17-18

Ref. Aku akan mengangkat piala keselamatan dan menyerukan nama Tuhan.

  1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan. 
  2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya Tuhan, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu! Engkau telah melepaskan belengguku!
  3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu dan akan menyerukan nama Tuhan; aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka dan mereka mengenal Aku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 12:1-8

“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Pada suatu hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di lading gandum. Karena lapar murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Tetapi Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam bait Allah, dan mereka semua makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam. Atau tidakkah kalian baca dalam Kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi bait Allah. Seandainya kalian memahami maksud sabda ini, ‘Yang kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan’, tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah. Sebab Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Benediktus Mulyono SCJ

Vivat Cor IESU per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Salam Jumpa Saudara-Saudari, bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Provinsialat SCJ Buenos Aires, Argentina dalam Resi (Renungan Singkat) Dehonian: Jumat, 16 Juli 2021.

Saudara-Saudariku Yang Terkasih, bangsa Yahudi sudah sejak sangat lama menjalankan Hukum Taurat dari jaman Nabi Musa,  sampai pada masa kelahiran Yesus. Para ahli Taurat tentu sangat mahir dalam menginterpretasikan Hukum Taurat itu. Hukum Taurat menjadi acuan pegangan hidup dalam ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hukum Taurat juga telah mengatur berbagai norma menyangkut hidup pribadi, maupun sosial.  Yesus dalam pengajaran-Nya menegaskan bahwa IA datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat; melainkan untuk menggenapinya. Yesus dengan segenap hatiNya tunduk kepada tuntutan-tuntutan Hukum Taurat. Namun pemahaman dan juga penerapan Hukum Taurat yang diajarkan Yesus memiliki perbedaan dengan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Saudara-Saudariku Ytk, Apa perbedaannya; atau apa yang baru dalam pengajaran Yesus berkaitan dengan pelaksanaan Hukum Taurat itu? Kalau kita mencermati Injil lebih detail; kita akan menemukan sikap orang Farisi yang mempersoalkan para murid Yesus yang dianggap menyalahi peraturan tentang Hari Sabat. Yang ada di benak orang-orang Farisi adalah ini pelanggaran; dan mesti ada hukuman; setidaknya orang Farisi sudah memberi cap stigma salah kepada murid Yesus.

Bagaimana dengan kita Saudara-Saudari Ytk? Mungkin kita juga akan seperti orang-orang Farisi ketika melihat adanya pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Jika kita melihat orang lain berbuat salah, bisa dengan mudah apa yang akan kita pikirkan ialah ia harus diberi sanksi; atau mungkin juga hukuman.

Yesus mengajarkan kepada kita bahwa segala bentuk peraturan atau hukum itu penting bahkan Yesus sampai mengatakan “Aku datang untuk menggenapi Hukum Taurat”. Namun, di atas segala hukum dan peraturan yang semuanya penting itu; ada satu hal yang jauh lebih penting yang diajarkan Yesus; yaitu HUKUM CINTA KASIH. Yesus sama sekali tidak menentang segala peraturan Hukum Taurat; Yesus menegaskan bahwa hanya dalam Hukum Cinta Kasih inilah tergantung seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi. (Lihat Matius 22:37-40).

Saudara-Saudari Ytk, Yesus mengajak kita untuk tidak cepat mengadili; dan agar bersikap penuh kasih ketika melihat orang lain melakukan kesalahan. Yesus juga tidak bermaksud sama sekali untuk mengajarkan boleh melanggar peraturan atau hukum yang berlaku; bukan. Yesus mengajarkan apakah kita masih mampu mengedapankan sikap cinta kasih dan mengedepankan sikap selalu menghargai kehidupan daripada menjadi pribadi yang kaku karena hanya mengabdi hukum atau peraturan. Semoga kita seperti Yesus semakin setia mampu menjaga, mentaati, dan menghidupi segala bentuk peraturan dan hukum; dan semakin berkembang pula dalam keutamaan sikap cinta kasih. Semangat cinta kasih selalu mengutamakan budaya sayang akan kehidupan. Kita jauhkan sikap mengadili atau sikap mudah memberi hukuman; kita mengedepankan sikap saling membantu dan saling memberi kesempatan untuk tumbuh berkembang dalam cintakasih.

Berkat Allah atas kita semua: Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

kami mengenangkan peristiwa Paska, ‘Engkau lewat’, dengan anggur roti ini. Semoga kami Kaujadikan umat-Mu dan Kaulepaskan dari segala dosa. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Allah Bapa sumber kebebasan,

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 116:12-13

Bagaimana akan kubalas segala kebaikan Tuhan kepadaku? Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.

DOA SESUDAH PENUTUP: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, Engkau lebih menyukai belas kasih daripada kurban persembahan. Semoga gambaran Putra-Mu terukir dalam-dalam di hati kami, dan semoga kami selalu ramah dan penuh belas kasih terhadap sesama. Demi Kristus, ….

Link Audio http://katolikindonesia.com/2021/07/15/jumat-16-juli-2021/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.