Kamis, 29 Juli 2021

ANTIFON PEMBUKA  – Luk 10:38

Yesus memasuki sebuah dusun, dan seorang wanita bernama Marta menyambut-Nya ke dalam rumahnya

PENGANTAR:

Pada zaman orang dikeja-kejar waktu dan prestasi, secara spontan kita lebih tertarik kepada pribadi Marta yang aktif siap melayani, daripada Maria, saudarinya yang lebih pasif. Dengan penuh perhatian Mirta sibuk melayani, jangan sampai ada yang terlantar. Seorang penerina tamu yang ideal! Namun janganlah kita tenggelam dalam kesibukan. Hidup yang benar, iman yang benar, memerlukan pengendapan, reflexi. Dengan halus Yesus mengingatkan hal itu. Dan Marta menangkapnya.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah yang kekal dan kuasa, Putra-Mu sudah sudi bertamu di rumah santa Marta, Maria dan Lazarus. Semoga berkat doa mereka kami setia melayani Kristus dalam diri sesama kami, supaya kelak kami pun dapat masuk ke dalam kediaman surgawi-Mu. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 40:16-21.34-38

“Awan menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan Tuhan menutupi Kemah Suci.”

Tentang hal ikhwal Kemah Suci Musa melakukan semuanya secara tepat, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Dan terjadilah dalam bulan pertama tahun kedua, pada tanggal satu bulan itu didirikanlah Kemah Suci. Beginilah Musa mendirikan Kemah Suci itu: Ia memasang alas-alasnya, menyusun papan-papannya, memasang kayu-kayu lintang dan mendirikan tiang-tiangnya. Kemudian ia membentangkan atap kemah yang menudungi Kemah Suci dan meletakkan tudung kemah di atasnya, seperti diperintahkan Tuhan kepadanya. Lalu awan menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci. Setiap kali awan itu naik dari atas kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari tempat mereka berkemah. Tetapi jika awan itu tidak naik, mereka pun tidak berangkat, sampai hari awan itu naik. Sebab awan Tuhan itu berada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 84:3-4.5-6a.8a.11

Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!

  1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan, jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
  2. Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
  3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan dari pada-Mu, langkah mereka makin lama makin tinggi.
  4. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku daripada diam di kemah-kemah orang fasik.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Kis 16:14b) Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Putra-Mu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:47-53

“Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang.”

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana akan ada ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini?” Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu, Yesus pergi dari sana.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Para sahabat yang terkasih, saya, Agustinus Guntoro, SCJ dari Komunitas Martino Capelli di Hong Kong, kembali hadir dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian, hari ini, pada tanggal 29 Juli 2021, dengan tema: “Ya, kami mengerti!”

Para sahabat yang terkasih, bagi kita yang pernah melihat nelayan menarik pukat ke pantai dan membongkar isi pukat untuk menuai hasilnya, pasti mengetahui bahwa isi pukat itu macam-macam, bukan saja berbagai macam jenis ikan, namun aneka macam sampah, kotoran, rumput liar, binatang kecil, dan lain sebagainya. Bila kemudian pukat yang berisi macam-macam itu dipakai untuk menggambarkan sekumpulan orang yang memilih Kristus dan bersedia menjadi muridNya, kita bisa membayangkan Gereja kita itu isinya apa saja sih! Tentunya isinya macam-macam, yang bisa dikategorikan secara sederhana dalam dua kata sifat: baik dan buruk atau jahat; di dalam Gereja ada yang hatinya lurus, ada pula yang bengkok dan berkelok-kelok seperti dalam drakor (Drama Korea). Itulah bagian dari kenyataan hidup, bahwa tidak semua orang yang memilih menjadi murid Kristus, hidupnya menjadi lebih baik; tidak sedikit dari mereka yang memilih menjadi murid Kristus tetap hidup dalam semangat lama dan buruk. Demikianlah bahwa dalam pukat kerajaan sorga ada orang-orang baik dan juga orang-orang jahat yang tetap hidup dalam semangat duniawi dan kedagingannya.

Oleh karenanya, jawaban para pendengar Yesus, “Ya, kami mengerti” patut juga dipertanyakan dan bisa untuk mempertanyakan komitmen kita dalam mengikuti Yesus. Sungguhkah kita mengerti? Mengerti ajaranNya dengan segala konsekuensinya. Kita diundang untuk menjawab “Ya, kami mengerti” bukan pada saat kita berdoa atau menerima sakramen-sakramen Gereja, tetapi dalam konsekuensi hidup keseharian dan bahkan setiap saat dalam hidup ini. “Ya, kami mengerti” perlu diwujudkan dalam komitmen untuk terus memilih hidup menurut semangat Kristus, bukan sebaliknya; berbuat baik, bukan sebaliknya. Atas komitmen inilah, para malaikat akan memilah-milah jiwa manusia pada akhir jaman. Bagaimana komitmen hidup kita selama ini? Ingatlah, menjadi orang baik dan menjadi orang jahat adalah sebuah pilihan dan tergantung bagaimana kita menjadi orang yang committed atau konsisten dalam kata dan tindakan. Itu pula yang harus menjadi cita-cita bagi semua Dehonian.

Para sahabat yang terkasih, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, agar kita dicerahkan untuk menyadari diri perlunya untuk menjadi orang yang committed, bisa dipercaya dalam kata dan tindakan; yang sungguh mengerti bukan mengerti karena basa-basi. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semuanya.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahaagung, sumber kehidupan sejati, dalam diri Santa Marta kami muliakan keluhuran-Mu. Kiranya Engkau berkenan menerima hormat bakti kami, sebagaimana Engkau menerima bukti cinta kasih-Nya. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Yoh. 11:27

Marta berkata kepada Yesus, ‘Engkaulah Kristus Putra Allah yang hidup, yang datang ke dunia. “

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kebahagiaan kami, tubuh dan darah mulia Putra-Mu telah kami sambut dengan khidmat. Semoga karenanya kami Kaujauhkan dari segala kefanaan hidup, Supaya sanggup mengasihi Engkau di dunia, serta bergembira dapat memandang-Mu di surga. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.. 

Resi-Kamis 29 Juli 2021oleh Rm. Agunstinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli – Hong Kong

Link Audio http://katolikindonesia.com/2021/07/28/kamis-29-juli-2021/

Sumber https://resi.dehonian.or.id/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.